Kembangkan Perkara Fee Proyek Lampura, KPK Periksa Mantan Wakil Bupati

  • Bagikan
Suasana Kantor BPKP Provinsi Lampung lokasi dan tempat pemeriksaan saksi perkara gratifikasi Pemkab Lampura. FOTO ANGGRI SASTRIADI/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Mantan Wakil Bupati Lampung Utara (Lampura) Sri Widodo kembali diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terkait pengembangan kasus perkara suap fee proyek di Dinas PUPR dan Dinas Bina Marga Lampura. Plt Juru Bicara (Jubir) KPK Ali Fikri menjelaskan, selain Sri Widodo tim penyidik dari KPK direncanakan telah melakukan pemeriksaan tujuh saksi, pada Kamis (6/5) hari ini. Di BPKP Provinsi Lampung. “Ya benar hari ini ada tujuh saksi yang kita periksa,” kata Ali -sapaan akrabnya- ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.

Adapun ketujuh saksi yang diperiksa itu yakni Gunaido Uthama (mantan Sekretaris Inspektorat Kabupaten Lampung Utara),  Taufik Hidayat (Wiraswasta/pensiunan PNS), Syamsir (mantan Sekda Kabupaten Lampung Utara Periode 2014-2018). “Lalu Septo Sugiarto Direktur CV. Trisman Jaya, Abdurahman dari pihak CV. Alam Sejahtera. Yang terakhir Dede Bastian Direktur PT. Tata Chubby,” jelas Ali dalam keterangan rilisnya.

Untuk diketahui sebelumnya, Penyidik dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan pemeriksaan kasus lanjutan gratifikasi di Dinas PUPR dan Dinas Perdagangan Pemkab Lampura. Ada tujuh saksi yang diperiksa pada Rabu (5/5) hari ini.

Baca Juga:   Bak di Film, Perompak Gasak Uang dan Ratusan Kilogram Cumi Nelayan

Plt Juru Bicara (Jubir) KPK Ali Fikri menjelaskan, pemeriksaan itu dilakukan di Kantor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Lampung. Yang terletak di Jl. Basuki Rahmat, Telukbetung Selatan (TbS) Kota Bandarlampung.

“Ya ada tujuh orang. Diantaranya Bachtiar Basri mantan Wakil Gubernur Lampung, A. Rozi selaku PNS dan Kasi Promosi Perdagangan Dalam dan Luar Negeri Dinas Perdagangan Lampura,” katanya.

Lalu Riduan selaku Kabid Keamanan dan Ketertiban di Dinas Perdagangan Lampura dan Arli Yusran Bendahara Tugas Pembantuan Tahun 2019 di Dinas Perdagangan Lampura. “Ada lagi Endah Kartika Prajawati istri dari terpidana Agung Ilmu Mangkunegara, Desyadi Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Lampura. Terakhir Syahroni Bendahara Dinas Perdagangan Lampura,” jelasnya. (ang/wdi)



  • Bagikan