Kemenkumham Dukung Revisi Keppres Remisi

  • Bagikan

RADARLAMPUNG.CO.ID – Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 174/1999 tentang Remisi diminta untuki dikaji atau direvisi. Tuntutan tersebut ternyata disetujui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM.

“Sebaiknya Keppres Nomor 174/1999 dikaji untuk dilakukan revisi secara substansi. Ada protes juga ini revisi basa-basi. Memang begitu sejak 1999, jadi itu yang kami pedomani,” ujar Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kemkumham, Sri Puguh Budi Utami, Jumat (8/2).


Ia mengatakan, berdasarkan keppres tersebut, pengajuan remisi terhadap terpidana kasus pembunuhan jurnalis Radar Bali Anak Agung Bagus Prabangsa, I Nyoman Susrama, sesuai prosedur.

Namun, setelah muncul protes dari berbagai pihak terkait remisi dari hukuman seumur hidup menjadi 20 tahun, Presiden Joko Widodo meminta Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, untuk melakukan kajian yang melibatkan akademisi.

Baca Juga:   Pemkot Tutup Seluruh Gerai Bakso Son Haji Sony

Berdasarkan keppres tersebut, narapidana dapat diberikan remisi perubahan pidana semur hidup ketika sudah menjalani paling tidak lima tahun masa pidana dan berkelakuan baik selama di dalam lapas. Ada pun I Nyoman Susrama telah menjalani 10 tahun masa tahanan dan dinilai berkelakuan baik selama di lapas.

Kasus tersebut juga menjadi pembelajaran untuk Ditjen PAS dan jajaran agar ke depan lebih berhati-hati dalam mengusulkan remisi kepada narapidana dengan kasus berat.

“Ini menjadi satu momentum bagi kami dan disampaikan kepada jajaran ketika ada perkara yang menarik perhatian masyarakat untuk hati-hati melihat berbagai aspek untuk dipertimbangkan untuk diusulkan,” ujar Utami.




  • Bagikan