Kemenristekdikti Danai Riset 77 Peneliti Unila

  • Bagikan
Ketua LPPM Unila Warsono, P.hD. Foto Aprohan Saputra/Radarlampung.co.id

Radarlampung.co.id – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Lampung (Unila) menyebut bahwa tahun 2019, sebanyak 80 judul riset dari 77 peneliti Unila mendapat pendanaan dari Kemenristekdikti 

Ketua LPPM Unila Warsono mengatakan, adapun 88 judul itu termasuk dalam skema penelitian disertasi doktor (1 judul), penelitian pasca doktor (1), penelitian tesis magister (36). 


Selanjutnya, penelitian dasar unggulan perguruan tinggi (5), penelitian terapan (24), penelitian unggulan perguruan tinggi (10) dan world class research (3).

Tiga penelitian kelas dunia yaitu digarap Subeki dengan judul pengembangan produk beras siger dari ubi kayu siger (waxy), Ahmad Saudi Samosir dengan judul studi eksperimental penggunaan teknik dynamic evolution control untuk mengendalikan konverter elektronika daya (studi kasus pada sistem pembangkit listrik tenaga surya. 

“Sedangkan judul peningkatan kualitas bahan bakar biomassa melalui proses torefaksi penelitian Agus Haryanto. Ketiganya diberi waktu tiga tahun untuk menuntaskannya,” kata Wahono saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (11/3).

Baca Juga:   Unila Raih Rekor MURI Katagori Pengukuhan Guru Besar Terbanyak di Indonesia

Menurutnya, bila dibandingkan dengan tahun kemarin, jumlah judul penelitian yang mendapat pendanaan mengalami penurunan. Di mana, pada 2018 sebanyak 117 judul. 

Meski jumlah judulnya banyak tahun lalu, perbedaannya pada besaran total biaya riset. Menurut Wahono, pada 2018 diketahui sebesar Rp11 miliar sedangkan tahun 2019 sebesar Rp20 miliar. 

Dirinya menjelaskan, peneliti Unila dapat memperoleh dana penelitian baik dari Kemenristekdikti atau melalui pendanaan kampus melalui badan layanan umum (BLU).

Seperti diketehaui, Rektor Unila Prof. Hasriadi Mat Akin mengatakan, pihaknya telah meningkatkan dana riset untuk 2019 sebanyak 50 persen atau hampir Rp23 miliar. Sehingga, semua dosen bisa ikut melakukan riset. (apr/kyd)




  • Bagikan