Kendalikan Masalah Sosial lewat Kampung Tangguh Nusantara

  • Bagikan
Wakapolda Lampung Brigjen Sudarsono memotong pita pada peresmian Kampung Tangguh Nusantara, Desa Wiyono, Kecamatan Gedongtataan, Pesawaran, Selasa (28/7). FOTO HUMAS PEMKAB PESAWARAN

RADARLAMPUNG.CO.ID – Wakapolda Lampung Brigjen Sudarsono menegaskan bahwa

Polri bersama stakeholder harus mampu berkolaborasi mengambil peran penting dalam percepatan penanganan virus Corona.


Yakni dengan merubah paradigma dan orientasi ke arah upaya-upaya pemolisian yang menitikberatkan pada kemitraan, transformasi kelompok, penyelesaian masalah serta mobilisasi komunitas

“Keseluruhannya terintegrasi dalam strategi problem oriented policing (POP) atau pemolisian yang berorientasi pada pemecahan masalah di tengah-tengah masyarakat,” tegas Sudarsono saat memberikan sambutan dalam launching Kampung Tangguh Nusantara Andan Jejama Desa Wiyono, Kecamatan Gedongtataan, Selasa (28/7).

Sudarsono mengungkapkan, kampung tangguh nusantara merupakan solusi nyata penerapan strategi problem oriented policing (POP).

“Kampung tangguh nusantara tidak hanya menjadi cara dalam mengendalikan permasalahan sosial yang terjadi. Khususnya di wilayah terdampak. Tetapi diharapkan mampu melindungi kualitas hidup masyarakat,” sebut dia.

Baca Juga:   Kunjungan Wali Kota Bengkulu, Dendi Kenalkan Smart Village Hanura

Dilanjutkan, hampir seluruh wilayah Indonesia mengalami musibah pandemi virus Corona. Bencana ini berdampak sosial dan ekonomi.

“Upaya Polri, khususnya Polda Lampung dalam rangka penguatan ekonomi kerakyatan yakni melakukan kolaborasi dengan stakeholder melalui pengembangan kultur kewirausahaan dan penggalangan partisipasi masyarakat atau pelaku usaha dalam mengelola potensi sumber daya alam untuk meningkatkan perekonomian masyarakat,” paparnya.

Sementara Sekretaris Kabupaten Pesawaran Kesuma Dewangsa mengatakan, Kampung Tangguh Nusantara bertujuan menciptakan lingkungan yang mampu bertahan dari situasi dan pandemi virus Corona.

“Desa Tangguh Andan Jejama ini merupakan program kerjasama antara Polres dengan Pemerintah Kabupaten Pesawaran dalam bentuk gerakan atau aksi nyata di daerah untuk mencegah penyebaran virus Corona,” kata Kesuma.

Baca Juga:   SKD CASN Pesawaran, 480 Peserta Dinyatakan Gugur

Desa Tangguh Andan Jejama menitikberatkan pada peran dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Baik personal ataupun kelompok.

Peran dan partisipasi aktif masyarakat tersebut sangat berpengaruh dalam kemampuan pengamanan desa, kesehatan, sosial ekonomi dan ketahanan pangan dengan tujuan dapat memutus penyebaran mata rantai virus Corona.

“Kemudian, kemampuan membangkitkan kesadaran dan kebersamaan serta stabilitas perekonomian masyarakat,” tandasnya. (ozi/ais)




  • Bagikan