Kepala BNPT Dapat Penghargaan Kapolda Pro Eksistensi


Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar (tengah). Foto dok BNPT

RADARLAMPUNG.CO.ID – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar, M.H., mendapatkan penghargaan sebagai Kapolda Pro Eksistensi saat menjabat sebagai Kapolda Papua periode 2017-2018 di Kota Batu, Provinsi Jawa Timur pada Jumat (25/3).

Penghargaan ini diberikan oleh Badan Musyawarah Antargereja Lembaga Keagamaan Kristen (Bamag LKK) Indonesia atas peran Mantan Kapolda Papua tersebut dalam menjaga kemanan dan perdamaian di Tanah Papua.





Saat menjabat Kapolda Papua, Kepala BNPT dinilai berhasil mengedepankan pendekatan dialogis dan humanis kepada masyarakat Papua. Kepala BNPT memiliki Pro Eksistensi yang berarti keterbukaan sosial yang dalam perjumpaan dengan siapa pun masing-masing personal atau kelompok menghidupi kelompok yang lain.

“Ada action yang dilakukan Pak Boy sebagai contoh pendirian Kampung ATM (Komunikasi Aktif Membangun Peradaban Utama Nilai-nilai Gotong-royong Aman Tentram Mandiri),” jelas Ketua Bamag LKK Pendeta Agus Susanto.

Selama menjabat Kapolda Papua, Boy Rafli juga menggunakan pendekatan lunak (soft approach) dalam penegakan hukum.

“Dalam penegakan hukum juga didasari dengan kearifan lokal terhadap Orang Asli Papua (OAP),” kata Pdt. Agus.

Sementara itu Boy Rafli Amar menyebut dalam menjaga perdamaian di Papua dirinya selalu membuka ruang dan membangun kedekatan dengan semua unsur masyarakat.

“Kiat harus membuka ruang. Membangun kedekatan. Agar masyarakat simpati. Kalau masyarakat sudah simpati pasti masyarakat akan empati. Kalau sudah empati akan berkontribusi dalam mendukung terciptanya perdamaian dan kerukunan di masyarakat,” ujarnya.

Tokoh agama Papua Pendeta Piet Hein Maniani mengatakan selama menjadi Kapolda Papua, Boy Rafli Amar telah memberikan kenyamanan kepada masyarakat Papua.

“Baik melalui elemen masyarakat, suku, pimpinan agama, pemuda perempuan dan seluruh elemen masyarakat di tanah Papua. Beliau memberi kenyamanan kepada masyarakat Papua,” jelasnya. (rls/ang)