Keponakan Dalangi Pembunuhan Wanita Berambut Pirang

  • Bagikan
Tiga tersangka pembunuh Beti (45), yang ditangkap Tim Khusus Antibandit (Tekab) 308 Polres Lampung Barat. Salah satunya dalah keponakan bidan yang tinggal di Desa Sepatuhu, Kecamatan Bandingagung, OKU Selatan, Sumatera Selatan (Sumsel) tersebut. FOTO NOPRIADI/RADARLAMPUNG.CO.ID
Tiga tersangka pembunuh Beti (45), yang ditangkap Tim Khusus Antibandit (Tekab) 308 Polres Lampung Barat. Salah satunya dalah keponakan bidan yang tinggal di Desa Sepatuhu, Kecamatan Bandingagung, OKU Selatan, Sumatera Selatan (Sumsel) tersebut. FOTO NOPRIADI/RADARLAMPUNG.CO.ID

radarlampung.co.id – Kurang dari 12 jam, Tim Khusus Antibandit (Tekab) 308 Polres Lampung Barat, berhasil mengungkap kasus tewasnya wanita berambut pirang yang ditemukan di kawasan TNBBS Pekon Rataagung, Kecamatan Lemong, Pesisir Barat, Kamis (28/2).

Ia dibunuh dan mayatnya dibuang ke jurang di daerah tersebut. Korban diketahui bernama Beti (45), bidan yang tinggal di Desa Sipatuhu, Kecamatan Bandingagung, OKU Selatan, Sumatera Selatan (Sumsel).

Ternyata, kasus tersebut melibatkan Gidion Meldina (31), warga Sipatuhu, Kecamatan Bandingagung, OKU Selatan. Wanita ini adalah keponakan korban, sekaligus otak dari pembunuhan tersebut.

Tersangka lain yang ditangkap adalah Badriansyah (35) tahun, Sekretaris Desa (Sekdes) Bandaragung, Kecamatan Bandar Agung, OKU Selatan dan Asrul Mubarik, warga Desa Sukamaju, Kecamatan Bandingagung. Saat ini polisi masih mengejar satu tersangka lagi.

Baca Juga:   Ribuan Ekor Burung Tanpa Dokumen Diamankan, Pelaku Sempat Menolak Mobil Diperiksa

Wakapolres Lampung Barat Kompol M. Riza Fahlevi mengatakan, pembunuhan tersebut dilatarbelakangi rasa sakit hati Gidion terhadap Beti. Kemudian ia merencanakan pembunuhan dengan mengajak Badriansyah, Asrul Mubarik dan OZ. Imbalannya sejumlah uang.

“Sekitar pukul 16.00 WIB, Rabu (27/2), ketiga tersangka membawa korban dengan alasan akan memberikan obat untuk kesembuhannya. Ternyata, korban diberi ramuan yang sudah dicampur racun. “Namun setelah korban meminum ramuan tersebut, ia hanya lemas” kata Riza dalam ekspose di Mapolres Lampung Barat, Jumat (1/3).




  • Bagikan