Kerap Antar Uang Fee Proyek, Syahroni : Saya Nggak Pernah Dapat Hasil

  • Bagikan
Caption: Syahroni saat membeberkan kesaksiannya di persidangan suap fee proyek Lamsel, Kamis (17/1). Foto M. Tegar Mujahid/radarlampung.co.id

radarlampung.co.id –Saksi Syahroni, Kabid Pengairan di Dinas Pekerjaan Umum Lampung Selatan (Lamsel) menyatakan tidak pernah menerima dan mengambil uang fee proyek rekanan. Hal itu ia sampaikan dalam kesaksiannya di persidangan dua terdakwa suap fee proyek Lamsel, Agus Bhakti Nugroho dan Anjar Asmara. Namun setelah didesak hakim, dirinya mengaku pernah mendapat uang sisa setoran fee proyek.

“Ya, selama dari tahun 2016 sampai 2018 saya enggak pernah dapat hasil. Dan itu semua saya serahkan ke Agus BN,” ujar Syahroni di hadapan Majelis Hakim yang dipimpin Baharudin Naim, di Pengadilan Tipikor Kelas IA, Tanjungkarang, Bandarlampung, Kamis (17/1).

Menurutnya, kurun 2016 ia menerima uang total fee proyek sebesar Rp28 miliar. Lalu, di tahun 2017 juga sama sebesar Rp28 miliar. Sedangkan di tahun 2018 sebesar Rp400 juta.

Baca Juga:   Cegah Covid-19, Ratusan Warga Binaan Rutan Kelas I Bandarlampung Divaksin

“Semua penyerahannya itu saya ada catatannya dan sudah diserahkan ke penyidik KPK. Untuk penyerahan dari rekanan ke saya itu sebenarnya atas perintah dari Hermansyah Hamidi kalau dari tahun 2016 dan 2017. Dan di tahun 2018 polanya berubah, kalau yang proyeknya besar diatas Rp1 miliar itu pak Anjar dan kalau dibawanya itu baru saya,” beber Syahroni.

Tetapi, majelis hakim yang dipimpin Baharudin Naim kembali mempertanyakan apakah Syahroni pernah mendapat uang atau tidak. Atas desakan itu, Syahroni akhirnya menyatakan bahwa pada 217 dirinya pernah mendapat sisa setoran fee proyek sebesar Rp85 juta. “Dari Rp28 miliar pada tahun 2017 itu ada sisa Rp85 juta. Jadi saya bagi. Untuk Rp50 juta ke Hermansyah sedangkan Rp35 jutanya ke saya,” ungkapnya. (ang/wdi)




  • Bagikan