Keren! Sharing Session IMA, Merubah Rongsokan Menjadi Emas

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan dengan banyaknya inovasi dalam berbagai hal. Terutama Inovasi dalam bidang entrepreneurship.

Inovasi entrepereneurship inilah yang diterapkan CEO sekaligus owner PT Kelola Mina Laut, Muhammad Najikh sehingga sukses menjalan karir bisnisnya.

Kelola Mina Laut kini telah membawahi 57 pabrik pengolahan yang tersebar di Indonesia. Bahkan, produknya sudah di ekspor ke lebih dari 30 Negara.

“Dalam setahun kami mengekspor sebanyak 2.500 kontainer ke lebih dari 30 negara. Saat ini kami mempunyai karyawan berjumlah 18 ribu,” kata Najick saat sharing session Indonesia Marketing Association (IMA) chapter Bandarlampung bersama CEO PT Kelola Mina Laut di studio Radar Lampung TV (grup radarlampung.co.id), Selasa (8/5).

Dalam kesempatan itu, Pria asal Jawa Timur tersebut memberikan pandanganya tentang kunci sukses dalam mengembangkan sebuah usaha sehingga berkontribusi untuk kemajuan ekonomi bangsa.

Menurut Najick, untuk memajukan suatu perekonomian yang paling utama harus memiliki inovasi yang tinggi.

“Bangsa yang maju itu karena inovasinya yang tinggi. Namun untuk Indonesia ini saya tidak tahu, apakah inovasinya tinggi atau tidak. Tapi kita harus berusaha agar inovasi kita akan jauh lebih baik lagi di masa yang akan datang,” tuturnya.

Baca Juga:   Bandarlampung PPKM Level 4, Metro Level 3, Ini Detilnya

Kedua, tentunya agar pemerintah memikirkan bidang kewirausahaan jauh akan lebih maju daripada yang hanya memikirkan birokrasi. Sebab, semangat enterpreneurship ini merubah pikiran manusia menjadi positif.

“Menurut saya sebaiknya kepala daerah itu memang sebaiknya berlatar belakang pengusaha,” ujarnya.

Ketiga, sambung Najick, adalah daya saing. Karena hal ini sangat erat kaitanya dengan kondisi perekonomian suatu bangsa itu sendiri.

“Apabila negara itu maju otomatis daya saingnya akan meningkat. Tiga kata ini menjadi suatu kebutuhan dan keharusan bagaimana kita untuk maju,” ucap alumnus IPB tersebut.

Dijelaskanya, dengan adanya inovasi dalam dunia kewirausahaan, walaupun sekecil apapun itu merupakan nilai tambah. Istilahnya merubah rongsokan menjadi emas. Bahkan, inovasi itu bisa dikembangkan melalui budaya lokal dan keragaman sumber daya alam.

“Orang yang memiliki inovasi dalam dirinya maka hidup dan bisnisnya akan maju,” ujarnya.

Sebab, tujuan inovasi itu sendiri untuk meningkat kualitas, menciptakan pasar baru, mengembangkan rentang produknya, inovasi itu juga dapat digunakan untuk efesiensi biaya tenaga kerja. Kemudian Inovasi dalam meningkatkan proses produksi, menurunkan biaya bahan material dengan merubah bahan materialnya, serta menurunkan konsumsi energi.

Baca Juga:   Sempat Naik 180%, Penjualan Elektronik Drop ke 40%

“Karena itulah inovasi wirausaha harus kita terapkan di dunia kerja kita saat ini,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu juga, Najick berpesan bagi para calon entrepreneur untuk tidak perlu mengikuti seminar yang macam-macam. Karena semakin banyak seminar yang diikuti akan menyebabkan semakin kebingungan untuk memulai usaha.

Terpenting, calon pengusaha tersebut harus berani dan jangan ragu untuk memulai usaha yang akan dijalankan tersebut. Selain itu, jangan juga berpikir bila usaha yang akan dijalankan tersebut gagal.

Nah, apabila calon entrepreneur tersebut terkendala modal, harus pandai bagiamana mengelola dan cara mendapatkan uang. Supaya modal yang dimiliki bisa tumbuh dan bertambah nilainya.

“Tiga kendala dalam memulai bisinis yaitu, keberanian, modal, dan ide bisnis. Namun paling penting kita harus bisa masuk dulu dalam dunia bisnis. Kemudian kita baru berikir bagaimana usaha kita itu bisa kompetitif, unik dan memiliki pangsa pasarnya. Jadi ide awal memulai bisnis itu sangat penting,” tandasnya.

Acara juga dihadiri ketua Dewan Pembina IMA Bandarlampung Hi. Ardiansyah, SH, dan Ketua Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan Pengurus Wilayah Muhammadiyah Lampung sekaligus Diretur Utama PT Solar Mustafa, Ali Mustafa. (kyd/gus)




  • Bagikan