Kericuhan Warnai Penyitaan Ruko Oleh PN Kotabumi

  • Bagikan

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pengadilan Negeri (PN) Kotabumi mengeksekusi bangunan rumah toko (ruko) milik Yusanti (38), di Jl. Sukarno-Hatta, tepatnya di perempatan Kebun Empat, Kelurahan Tanjungharapan, Kecamatan Kotabumi Selatan, Selasa (22/1).

Tak hanya ruko dua pintu itu yang dieksekusi pihak pengadilan, rumah pribadi milik Yusanti turut menjadi target PN Kotabumi. Namun, karena permintaan pihak keluarga, tim juru sita menundanya hingga tujuh hari ke depan.

Proses eksekusi berlangsung alot, dan mendapat perlawanan pihak keluarga. Saat itu aparat juru sita pengadilan membongkar ruko dua pintu yang merupakan warung makanan milik Yusanti. Kemudian, seorang pria yang diketahui bernama Endang, suami Yusanti, melakukan perlawanan.

Sejumlah barang yang sudah diangkut petugas ke luar warung, dibawa kembali olehnya ke dalam warung, sehingga terjadi aksi tarik menarik antara petugas juru sita dengan Endang. ”Ini milik kami, mengapa diangkat-angkat!!!,” jerit Endang sembari membawa masuk barang-barang ke dalam warungnya kembali.

Tak lama berselang, terdengar intruksi salah seorang polisi untuk mengamankan situasi. Sontak, sejumlah anggota polisi berpakaian preman dan lengkap langsung membawa Endang dari lokasi.

Selanjutnya, proses eksekusi berjalan lancar, meski masih terlihat dan terdengar perlawanan tak berarti dari pihak keluarga yang hadir saat itu. Pemilik ruko menolak untuk dikesekusi karena menilai proses hukum masih berjalan.

Sumardi selaku juru sita PN Kotabumi mengatakan, bangunan yang menjadi objek eksekusi berupa ruko dua pintu yang berada di Jl. Soekarno-Hatta Kotabumi dan dan rumah pribadi milik Yusanti.

Eksekusi dilakukan berdasarkan putusan Mahkamah Agung nomor 110k/PDT 2017 atas perkara perdata nomor 1160 k/perdata/2017 jo nomor 68/perdata/ 2016/Tanjungkarang, Jo nomor: 02/perdata/2016/PN Kotabumi. ”Intinya, kami hanya sebagai pelaksana dalam putusan itu,” katanya.

Menurutnya, persoalan ini terjadi sejak tahun 2015 silam. Di mana proses awal di tingkat PN Kotabumi dimenangkan Yusanti, kemudian banding di tingkat Pengadilan Tinggi (PT) kembali dimenangkan Yusanti. Kemudian, saat Kasasi di Mahkamah Agung dimenangkan Selly selaku penggugat.

”Untuk hari ini hanya warung yang kita eksekusi, karena ada kesepakatan dan pernyataan pemilik (Yusanti, Red) jika meminta agar diberi tenggat waktu satu minggu untuk mengosongkan isi rumahnya,” jelas Sumardi.

Sementar itu, Yusanti mengaku jika eksekusi yang dilakukan PN tidak sesuai prosedur karena menganggap proses hukum persoalan yang dialaminya masih berjalan.




  • Bagikan