Keringat dan Air Mata di Hijr Ismail

  • Bagikan
Suasana tawaf di kompleks Ka'bah kamis (1/8) WAS. Foto Liris Vawina/radarlampung.co.id

radarlampung.co.id- Tahun ini, Radar Lampung memberangkatkan karyawannya menunaikan ibadah Haji. Tiga pimpinan perusahaan media yang bermarkas di Jalan Sultan Agung No. 18, Labuhanratu, Bandarlampung, menjalankan Rukun Islam Kelima.Ketiganya yakni, General Manager (GM) Bisnis Liris Vawina, Pemimpin Redaksi Eko Nugroho, dan Manager Iklan Desti Mulyati. Berikut catatan GM Bisnis Liris Vawina, saat berada di Masjidil Haram, Makkah.

—————————————————————————

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Walillahilham

La Ilaha Illallah Muhammad Rasulullah..

Allahumma Sholli Ala Sayyidina Muhammad Wa ala Sayyidina Muhammad

 

Bismillahirrahmanirrahim.

Kamipun bergerak membelah arus lautan manusia yang sedang tawaf. Berasal dari berbagai negara tentunya. Dengan postur tubuh yang rata rata jauh lebih tinggi dan besar bila dibandingkan dari orang indonesia kebanyakan.

Luarbiasa. Untuk dapat maju selangkah saja, butuh perjuangan dan tenaga yang besar agar kita dapat tetap berdiri dan melangkah.

Padatnya manusia tentu ada kemungkinan kaki terinjak-injak. Namun, hal itu tidak mengurangi niat. Bahkan membuat semakin merasa ini adalah perjuangan.

Alhamdulillah. Walaupun berpeluh, saya sudah menginjakkan kaki di Hijr ismail. Berdiri rapat. Sangat rapat diantara sesama jamaah. sholat multak dua rakaat adalah tujuan dan membaca doa serta sayyidul istighfar.

Baca Juga:   DPRD Lampung Dorong Percepatan Realisasi DAK Fisik
ilustrasi di Hijr ismail. foto net

Sempat terpikir bagaimana mau salat sementara bertahan berdiri saja sulit, mengingat padatnya manusia.

Namun Allah SWT menunjukkan kebesarannya. Secara bergantian seperti otomatis dan saling melindungi, yang sedang salat dilindungi oleh yang sudah salat. “Ibu mau salat ?,” ujar pria Indonesia sambil melengkungkan tangannya sebagai tanda untuk melindungi.

Iapun bergandengan tangan dengan suami untuk memberikan kesempatan saya salat. Tentu sayapun harus tahu diri. Surat yang dibaca jangan yang panjang. Begitupun dengan doa.

Spontan, air mata terus mengalir disaat salat. Merasakan kebesaran Allah SWT dan haru atas perjuangan sholat di Hijr Ismail ini. Ya Allah SWT, Ya Robb terimakasih atas semua rahmat Mu.

Selesai di Hijr Ismail, tentu kami harus kembali membelah arus manusia yang sedang tawaf. Walaupun tetap butuh perjuangan. Tetapi tidaklah lagi berat.(*)

 

Baca Juga:   Kabar Duka, Walpri Gubernur Lampung Tutup Usia

Catatan :

Hijir Ismail merupakan tempat sebelah utara bangunan Ka’bah. Berbentuk setengah lingkaran, dibangun oleh Nabi Ismail AS. Ka’bah sendiri secara keseluruhan dibangun oleh Nabi Ibrahim AS dibantu nabi Ismail AS. Nabi Ismail AS membawa batu. Batu-batu yang dikumpulkan, dalam bahasa Arab disebut hijir. Oleh karena itu bagian ka’bah yang dibangun oleh nabi Ismail dinamakan Hijir Ismail.

 

 

Tinggi dinding tembok Hijr Ismail                        1,32 m

Tebal dinding                                                     1,5 m

Jarak antara dua pintu Hijir                                 8,77 m

Jarak antara dinding Kakbah dan dinding Hijir      8,5 m

Panjang lingkaran dinding                                   21,5 m




  • Bagikan