Kerja Cepat, Pemprov Atasi Masalah di Lampung

  • Bagikan
Gubernur Arinal Djunaidi turun langsung membagikan sembako ke warga di Sukarame dan Jatimulyo Lampung Selatan Kamis (29/7). Foto dok Biro Adpim Pemprov Lampung

RADARLAMPUNG.CO.ID-Pemerintah Provinsi Lampung terus bekerja cepat untuk mengatasi masalah-masalah di Lampung. Gubernur Lampung Arinal Djunaidi bahkan turun langsung ke warga.

Salah satunya dengan menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak pandemi Covid-19. Gubernur Lampung Arinal Djunaidi Kamis (29/7) kembali bergerak menyalurkan sejumlah bantuan bagi warga.


Bantuan berasal dari Posko Satgas Penanganan Covid-19 Lampung itu diserahkan langsung oleh Arinal kepada warga di dua tempat terpisah. Yakni di lingkungan warga sekitar padang golf Sukarame sebanyak 125 paket sembako dan di wilayah Jatimulyo Lampung Selatan sebanyak 50 paket.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Arinal Djunaidi juga berdialog langsung dengan warga penerima bantuan. Warga mengungkapkan kebahagiannya karena mendapat perhatian langsung dari Arinal dan berkenan hadir ditengah-tengah warga.

“Terimakasih Pak Gubernur, kami sudah dibantu, Semoga Bapak sehat dan murah rezeki,” ucap salah seorang warga penerima bantuan di Kelurahan Jatimulyo.

Dalam dialog dengan warga masyarakat, Arinal berpesan dan berharap agar warga selalu menjaga protokol kesehatan di setiap kegiatan sehingga dapat menjaga kesehatan diri dan keluarga serta terhindar dari Covid-19.

Menurut Arinal, pemberian bantuan pada hari ini merupakan upaya untuk membangun optimisme masyarakat dalam menghadapi masa Pandemi Covid-19.

Baca Juga:   Ada Tiga Daerah di Lampung Terdeteksi Titik Panas

“Agar mereka selalu dalam posisi optimis, yakin didalam menghadapi kehidupan. Oleh karena itu,  Kita hadir dalam rangka meyakinkan masyarakat bahwa ini akan pulih kembali,” katanya.

Sebelumnya, Arinal juga menerima langsung 15,08 ton Liquid Oksigen yang berasal dari Corporate Social Responsibility (CSR) dari Oki Pulp and Paper anak perusahaan PT Sinarmas dengan pengangkutan menggunakan isotank milik PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (Pusri) pada Kamis (29/7), di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM).

Arinal mengatakan atas kerja keras yang dilakukan Pemda bersama Swasta membuahkan hasil. Di mana beberapa perusahaan swasta ikut membantu penanganan Covid-19 di Provinsi Lampung dengan ikut menyalurkan oksigen.

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menerima bantuan pasokan oksigen cair untuk Provinsi Lampung Lampung Kamis (29/7). Foto biro Adpim Lampung

“Ini berkat upaya teman-teman dari bidang industri, Pusri, Sinarmas yang mampu bersama-sama membantu sehingga kita bisa mendapatkan fasilitas oksigen liquid 15,08 ton dan ini akan berkelanjutan dan meningkat. Sehingga apa yang kita harapkan di RSUDAM, Rumah Sakit (RS) Urip Sumoharjo, dan semua RS egeri dan swasta bisa terpenuhi pasokan oksigen nya,” ungkap Arinal.

Terlebih kebutuhan oksigen di Bandarlampung lebih dibutuhkan. Karena itu Arinal berharap pemenuhan kebutuhan oksigen di Lampung baik liquid dan tabung bisa segera terpenuhi.

Baca Juga:   Pengelola Wisata di Lampung Terapkan CHSE

Sementara Direktur Utama PT Pusri Tri Wahyudi Saleh yang juga hadir dalam kegiatan ini mengatakan kedepannya bisa terus membantu untuk memenuhi kebutuhan oksigen liquid. Namun dirinya mengaku ada keterbatasan pengangkutan dengan isotank yang terbatas.

“Pusri kan tugas utamanya produksi pupuk, produk sampil oksigen, kapasitas 3 ton per hari. Tapi kami dapat tugas pusat kerjasama swasta ada di OKI pulp and paper, yang sudah suplai ke Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Kita kesulitan armada, isotank sulit di cari, tapi ini CSR OKI dan pusri,” ungkap Tri Wahyudi.

Selain 1 isotank yang sudah tiba, rencananya Kamis malam akan kembali berangkat satu kendaraan isotank dengan kendaraan milik PT Lampung Gas.

“Nanti malam 1 tanki lagi 10 ton, mudah-mudahan dua rumah sakit terpenuhi. Selama ini kami juga memenuhi 24 rumah sakit di Lampung sudah terpenuhi dengan membawa 3700 tabung kosong. Mudah-mudahan dengan adanya bantuan Sinarmas grup juga akan menambah alat sehingga bisa menambah suplai,” lanjut Tri Wahyudi. (rls/wdi)




  • Bagikan