Kerumunan Vaksinasi di RSUDAM, Polresta Turun Tangan

  • Bagikan
Kapolresta Bandarlampung Kombes Ino Harianto saat membubarkan kerumunan vaksinasi Covid-19 di RSUDAM, Kamis (12/8). Foto M. Tegar Mujahid/ Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID-Program vaksinasi di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) kembali di serbu masyarakat. Dampaknya, halaman Gedung Rawat Jalan RSUDAM dipenuhi masyarakat sejak Kamis (12/8) pagi.

Merespon hal ini, Wakil Direktur (Wadir) Keperawatan, Pelayanan, dan Penunjang Medik Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM), Mars Dwi Tjahjo angkat bicara.


Menurutnya, pendaftaran vaksinasi sudah dilakukan dengan sistem online. Sayangnya, masih banyak masyarakat yang tidak terdaftar tetap datang. Hal itulah yang membuat penumpukan masyarakat di halaman Gedung Rawat Jalan RSUDAM. “Iya jadi pendaftaran online sudah dimulai, tapi langsung penuh. 20 menit langsung penuh 400 pendaftar,” ungkap Dwi.

Dia mengatakan, pendaftar yang sudah mendaftar online,satu per satu sudah dipanggil untuk mengurai keramaian. Namun RSUDAM tetap mengupayakan memaksimalkan pelayanan.

“Iya jadi ramai karena yang off line ikut datang. Tapi Kita upayakan melayani semaksimal mungkin. Sudah sipanggil sebagian yang sudah daftar online dulu, mudah-mudahan an yang offline yang sudah datang bisa dilayani,” tambahnya.

Baca Juga:   Bupati Mesuji Pantau Penerapan Prokes Pelaksanaan Tes CPNS

Kerumunan di RSUDAM membuat aparat kepolisian yang dipimpin Kapolresta Kombes Pol Ino Harianto melakukan penertiban. Ino mengatakan, penertiban dilakukan agar masyarakat yang hendak melakukan vaksin tahap I dan II jadi lebih tertib. “Ya, Jangan sampai masyarakat yang sudah di vaksinasi, pulang justru membawa virus,” kata Ino.

Oleh karena itu, lanjut Ino pelaksanaan vaksin di RSUDAM tetap dilanjutkan, tetap memperhatikan protokol kesehatan. “Jadi kami atur, tertibkan agar jaga jarak supaya masyarakat sehat. Mereka datang divaksin artinya mereka ingin sehat,” ucapnya.

Dirinya berharap masyarakat yang ingin divaksin bisa diatur sesuai protokol kesehatan agar hasilnya maksimal. “Nanti akan dikomunikasikan kembali, apabila hendak melaksanakan vaksin agar ada tim satgas yang bertugas menertibkan,” kata Ino.

Ino mengakui, pada pelaksanaan vaksinasi hari ini kurang tertib. Sehingga, jajaran Polresta Bandarlampung turun langsung melakukan penertiban.

Baca Juga:   Pengamat: JTTS Ruas Terpeka Masuk Kategori Black Spot

“Kami datang untuk menertibkan. Karena jauh-jauh hari memang tidak diinformasikan kepada masyarakat bahwa sistem pendaftarannya online dan jumlah dibatasi perhari. Sehingga menimbulkan kerumunan,” kata Ino.

Melky (29) salah satu warga yang ingin melakukan vaksinasi mengaku kecewa dengan pelayanan vaksin di RSUDAM. Hal ini lantaran sudah mendaftar secara online justru ditolak karena kendala teknis.

“Padahal saya sudah daftar online, jadwal dan lokasi nya hari ini di sini. Tapi tidak bisa ikut karena kata petugasnya di surat pendaftaran yang saya cetak tidak ada logo rumah sakit,” kata Melky.

Melky berharap sistem vaksin yang digunakan saat ini dapat diperbaiki lagi. “Mana antri sudah lama dari pagi, rame, ujung nya gak bisa cuma karena gak ada logo rumah sakit nya,” keluhnya. (rma/gar/wdi)




  • Bagikan