Kesaksian Politisi Nasdem Soal ‘Mahar’ Parpol untuk Pencalonan Mustafa

  • Bagikan

RADARLAMPUNG.CO.ID- Sidang lanjutan suap fee proyek mantan Bupati Lampung Tengah (Lamteng) Mustafa kembali bergulir, Kamis (25/2). Jaksa KPK menghadirkan tiga saksi yakni Paryono, Rizani Wijaya dan Daryus Hartawan. Paryono dan Rizani merupakan politisi Partai NasDem sementara Daryus merupakan Direktur CV Tetayan Konsultan.

Rizani terlebih dahulu mengawali kesaksiannya. Dalam BAP Ketua DPC Partai NasDem Terbanggibesar ini mengaku adalah loyalis Mustafa. Rizani menjelaskan, sebagai petugas partai, dirinya harus tunduk pada pimpinan partainya yang ketika itu dijabat Mustafa. Pada tahun 2016, Rizani mengaku pernah ditawari Mustafa untuk ‘main’ proyek. Namun, saat itu ia menolak. Sebab, ia tidak memiliki basic sebagai kontraktor dan hanya sebagai petani dan pengusaha angkutan.

Rizani juga menceritakan ajudan Mustafa pernah menelepon dan memerintahkan untuk menghadap ke rumah dinas. Saat ia datang, sudah ada Paryono. Di situ kata Rizani, Mustafa membeberkan rencananya untuk mencalonkan gubernur. “Dia (Mustafa) sampaikan akan mencalonkan gubernur tolong bantu saya,” kata Rizani.

Masih kata Rizani, Mustafa mengatakan akan ada yang menghubunginya. Orang itu adalah Daryus. “Dia (Daryus) meminta saya bertemu untuk menyerahkan uang Rp1,5 miliar,” jelasnya. Ketika penyerahan uang itu, ada Paryono dan salah satu mobil sedan yang tak ia kenal. Uang Rp1,5 miliar itu kemudian diserahkan Daryus kepada dirinya.

Baca Juga:   Diduga Berniat Mencuri, Pria Ini Diamankan

Jaksa Taufiq Ibnugroho mempertanyakan untuk apakah uang tersebut. “Saya diminta (Mustafa) untuk menyerahkan uang Rp1,5 miliar itu ke pak Sri Widodo ketua partai Hanura Lampung dan Wakil Bupati Lampung Utara saat itu,” jawab Rizani.

Lantas, lanjut JPU Taufiq, apa kaitan Mustafa dan partai Hanura ? Rizani menjawab untuk mendapatkan perahu dari partai Hanura. “Karena pemilihan gubernur mungkin untuk dukungan. Waktu itu dia cari partai. Karena masih Nasdem yang dukung beliau,” jelasnya.

Total kata Rizani, Mustafa menyerahkan Rp4,5 miliar untuk mendapatkan perahu Hanura. Uang tersebut diserahkan secara bertahap. Paryono, Sekretaris partai Nasdem Lamteng menambahkan dirinya bersama Rizani juga diminta Mustafa menyerahkan uang Rp18 miliar ke partai PKB. Pertama katanya, dirinya diminta Mustafa untuk berkomunikasi dengan Mofaje S Caropeboka Ketua Garda Pemuda Partai Nasdem Lampung.

“Saya diminta berkomunikasi dengan ketua garda Pemuda Partai Nasdem Mofa terkait rekomendasi partai PKB. Dia (Mustafa) bilang siapkan pendanaan untuk partai PKB. Dapatlah uang Rp5 miliar. Uang tersebut kemudian diserahkan ke Midi,” katanya. Jaksa KPK bertanya apakah ada perintah khusus ke Paryono. Paryono mengiyakan. Ia menjelaskan ada perintah khusus dari Mustafa. “Dia (Mustafa) bilang jangan diserahkan uang itu ke Midi kalau tidak ada Khaidir Bujung,” kata Paryono.

Baca Juga:   Tok ! Terdakwa Korupsi Randis Lamtim Divonis 1,5 Tahun

Dirinya kemudian datang terlebih dahulu ke rumah Midi untuk memastikan apakah Khaidir ada. “Setelah saya cek ternyata ada (Khaidir Bujung) baru saya minta Rizani untuk datang membawa uang Rp5 miliar itu,” beber Paryono.

Uang Rp5 miliar itu dibungkus menggunakan kardus terdiri dari pecahan Rp50 ribu dan Rp100 ribu. Setelah menyerahkan uang, ia melapor ke Mustafa.

Beberapa waktu kemudian Paryono kembali diminta untuk menemui Mustafa. Saat dipanggil, Paryono diminta Mustafa untuk menyiapkan Rp13 miliar untuk kekurangan memberikan rekomendasi partai PKB. “Saya diminta untuk menyiapkan dana karena saat itu rekomendasi partai PKB sudah mau keluar,” kata Paryono.

Ia kembali diminta mengkomunikasikan ke Mofa. Ketika itu Mofa memberikan uang Rp9 miliar. Karena masih kurang uang tersebut disimpan oleh Paryono. “Uang itu saya simpan di gudang pupuk di rumah saya,” jawabnya.

Baca Juga:   Bejat, Kakek Ini Cabuli Anak Dibawah Umur

“Pesan Mustafa dana harus cukup Rp13 miliar. Setelah terkumpul Rp13 miliar saya telepon Midi minta dana itu diambil ke rumah saya. Total Rp18 miliar diserahkan ke PKB melalui Khaidir Bujung dan Midi,” sambung Paryono.

Namun, rekomendasi  partai PKB untuk Mustafa terkait pencalonannya sebagai gubernur tidak keluar. Uang itu lalu dikembalikan. “Uang yang dikembalikan hanya Rp14 miliar,” bebernya. Hakim anggota Medi kemudian bertanya kenapa hanya Rp14 miliar yang dikembalikan, Paryono mengaku tidak tahu. “Saya nggak tahu kenapa duitnya dikembalikan hanya segitu,” jawabnya.

Usai sidang, JPU Taufiq Ibnugroho menjelaskan pihaknya sebenarnya hanya menghadirkannya lima saksi, namun hanya tiga saksi yang hadir. Sedangkan dua saksi lain yakni Erwin Mursalim dan Geofani tidak hadir.

Ditanya kemana sisa pengembalian uang dari Rp18 miliar dan hanya Rp14 miliar yang dikembalikan, Taufiq Ibnugroho menjelaskan nanti ada saksi-saksi lain yang akan menerangkan. “Nanti ada saksi lain. Nanti kita hadirkan mereka,” jelasnya. (nca/wdi)



  • Bagikan



Lampung Barat Diguncang Gempa Tektonik Bejat! Paman Cabuli Keponakan Hingga Hamil Delapan Bulan ASDP Tak Melayani Pemudik, Kecuali…