Kesal HP Diambil, PSK Dihabisi

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Kasus penemuan mayat anonim yang terkubur di perkebunan sawit Dusun Talangparis, Kampung Gunungagung, Kecamatan Terusannunyai, Kamis (6/12) lalu terungkap. Ia adalah Inawati alias Indah (34), warga Desa Karanganom, Kecamatan Wawaykarya, Lampung Timur.

Wanita itu dihabisi oleh Dwi Atmanto (22), warga Desa Indraloka, Kecamatan Waykenanga, Tulangbawang. Tersangka diamankan Tim Khusus Antibandit (Tekab) 308 dikediamannya sekitar pukul 07.30 WIB, Kamis (20/12).


Kapolres Lampung Tengah AKBP Slamet Wahyudi mengatakan, tertangkapnya Dwi mengungkap pembunuhan terhadap Inawati. ”Dari hasil penyelidikan, kita berhasil mengungkap identitas korban. Ia bernama Inawati alias Indah yang berprofesi sebagai pekerja seks komersial (PSK,” kata Slamet dalam ekspose, Jumat (21/12).

Slamet yang didampingi Wakapolres Kompol Harto Agung Cahyono dan Kasatreskrim AKP Firmansyah mengatakan, pembunuhan tersebut dipicu rasa kesal Dwi. Pasalnya, ponselnya diambil rekan Inawati.

Peristiwa itu diawali saat Dwi yang mengendarai motor melintas Tanggulpenangkis, Desa Wayabung, Kecamatan Wayabung, Tulangbawang Barat, Kamis malam (29/11) lalu. Saat itu, Inawati yang berdiri di depan bedeng menegur Dwi dan menawarkannya singgah.

Baca Juga:   Tidak Terima Ditagih, Pemberi Utang Diusir Lalu Dipukul

”Tersangka lewat naik motor dan korban menegurnya serta mengajak kenalan. Saat itu tersangka diajak mampir. Namun ia mengatakan akan datang lain waktu,” sebut dia.

Lantas sekitar pukul 21.00 WIB, Minggu (2/12), tersangka kembali mendatangi korban. Namun karena ada tamu, mereka baru bertemu sekitar satu jam kemudian.

Dari sini, tersangka mengajak keluar dan korban meminta uang Rp400 ribu. Keduanya menuju rumah kerabat tersangka di Kampung Bandaragung, Kecamatan Terusannunyai,

Namun saat itu korban tidak mau masuk. Kemudian tersangka mengganti motor dan mereka melanjutkan perjalanan ke sebuah kafe. Di tempat itu, tiga rekan korban meminta ponsel tersangka dan uang Rp170 ribu. ”Tersangka memberikannya dan korban minta diantar pulang,” ujarnya.

Slamet menuturkan, dalam perjalanan, tersangka menanyakan ponsel yang dipinjam rekan korban. ”Saat itu korban menjawab, ya sudah sih, cuma HP aja kok ribet. Nanti bisa beli lagi,” sebut Slamet menirukan ucapan korban saat itu.

Baca Juga:   Ayah Tipu Anak Tiri Rp1 M Berujung Penjara

Ketika melintas di kebun sawit, tersangka berhenti dan hendak buang air kecil. Saat itu, ia terus menanyakan ponsel miliknya.

Lantaran kesal, tersangka mengambil batu dan memukul dada korban hingga tidak sadarkan diri. Dari sini, ia membawa tubuh korban ke tengah kebun sawit. Ia kemudian mengambil cangkul dan mengubur korban. Namun aksinya tidak sempurna. Kaki korban masih menyembul hingga ditemukan warga empat hari kemudian.

Slamet mengatakan, dalam penangkapan tersebut, pihaknya mengamankan barang bukti dua unit motor, mobil pikap, cangkul, batu, sepasang anting, jam, dan ponsel milik korban. “BB-nya kendaraan yang digunakan ketika kejadian, cangkul, batu, dan barang milik korban,” urainya. (sya/ais)




  • Bagikan