Kesan Didik Jadi Pjs. Gubernur, dari Makan Pindang hingga Membentak Sekprov

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Pemerintah Provinsi Lampung menggelar penyerahan nota pelaksanaan tugas Pjs. Gubernur Lampung masa jabatan 15 Februari – 23 Juni 2018 kepada Gubernur Lampung masa jabatan 2014-2019. Acara berlangsung di Gedung Balai Keratun, Pemprov Lampung, Sabtu malam (23/6).

Dalam kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo, Pjs. Gubernur Lampung Didik Suprayitno,
Komandan Korem 043/Gatam Kolonel Kav Erwin Djatniko, Wakapolda Lampung Brigjen Angesta Romano Yoyol dan Plt Walikota Bandarlampung serta seluruh jajaran Pemprov.

Dalam sambutannya, Didik mengatakan, gara-gara Gubernur dan wakil Gubernur Lampung cuti dirinya diminta untuk menjadi Pjs. Namun, ia mengaku senang bisa menjadi Pjs Gubernur Lampung.

“Dengan diminta menjadi Pjs Gubernur Lampung saya jadi tahu Lampung. Tapi, saya belum semua Lampung saya kunjungi. Saya tidak bisa menyampaikan secara lengkap, selama 4 bulan 8 hari, semua kegiatan saya selama disini,” ujarnya.

Baca Juga:   Tanggapi Polemik UKT, Jubir Rektor: Unila Mengemban Kewajiban Finansial

Didik mengaku tidak menyangka dapat menyelesaikan selama tugasnya sebagai Pjs Gubernur. Dirinya pun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak.

“Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak, semoga ini tidak jadi masalah dan semoga jadi ibadah. Saya minta maaf kepada Sekda (Plt. Sekprov, Red) karena pernah saya bentak-bentak, karena jadi pimpinan itu harus marah-marah,” kata dia sambil tertawa.

Ia pun mengungkapkan, sangat menikmati selama masa jabatan sebagai gebernur Lampung. “Saya di Lampung menikmati, apalagi makan pindang, saya juga tertarik wisata pantainya. Maka harus dikembangkan lagi apalagi dengan ada jalan tol,” ungkapnya.

Dalam sambutan terakhirnya, Didik juga membuat para pejabat dan tamu undangan yang hadir tertawa. Dimana Didik menjelaskan perbedaan jengkol yang dikenakannya dan jengkol milik gubernur Lampung.

Baca Juga:   Kabar Baik, Ada 30 Ribu Benih Lele untuk Tiga Pokdakan di Mesuji

“Lihat bedanya, kalau punya saya jengkolnya lebih kecil sedangkan punya gubernur lebih besar dan lebih dalam. Kalau untuk ambil air punya gubernur paling banyak sedangkan punya saya nggak terlalu dalam jadi lama penuhnya,” ujarnya sambil disambut gelak tawa tamu undangan. (ndi/gus)




  • Bagikan