Kesehatan pada Aktivitas Nongkrong Anak Muda

  • Bagikan

Anak muda membutuhkan teman dekat yang dapat menjadi tempat berbagi perasaan yang akan membantu anak muda untuk mengatasi masalah pribadi. Peran teman sebaya pada anak muda sangat diperlukan untuk proses belajar sosial, serta pembentukan diri anak muda. Teman sebaya mempunyai pengaruh terhadap perilaku seseorang melalui berbagai aktivitas yang dilakukan bersama teman sebayanya.

Aktivitas anak muda yang sering dilakukan bersama teman sebaya pada waktu luang antara lain aktivitas nongkrong bersama teman sebayanya. Tempat berkumpul anak muda banyak menawarkan fasilitas seperti tersedianya wi-fi gratis, televisi kabel dan ruangan ber-AC. Hal ini yang menjadi daya tarik anak muda untuk melakukan aktivitas nongkrong. Alasan anak muda untuk mengikuti aktivitas nongkrong untuk bertukar informasi, mengisi waktu luang atau kegiatan lainnya.


Nongkrong dapat juga dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi, sosialisasi, informasi dan hiburan. Aktivitas nongkrong anak muda pada berbagai tempat dapat mendorong munculnya perilaku yang berisiko bagi kesehatan (health risk behavior) juga perilaku yang tidak menguntungkan bagi kesehatan (health beneficial behavior).

Health risk behavior yang dapat muncul pada aktivitas nongkrong anak muda antara lain merokok, minum minuman keras, konsumsi narkoba dan konsumsi makanan cepat saji (fastfood). Aktivitas ini dipengaruhi oleh beberapa faktor serta dapat berdampak pada kesehatan seseorang baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, mendapatkan prevalensi merokok usia anak muda 15-24 tahun terus mengalami peningkatan. Prevalensi merokok usia 15-19 tahun pada laki-laki tahun 2010 sebesar 38% dan tahun 2013 sebesar 37%. Prevalensi merokok usia 15-24 tahun sebesar 36,7%. Riskesdas (2007) mendapatkan bahwa jumlah anak muda pengonsumsi minuman beralkohol sebesar 4,9%, sedangkan pada tahun 2014 sebesar 23% atau 14,4 juta orang.

Merokok merupakan bentuk health risk behavior yang banyak ditemukan pada anak muda yang nongkrong di warung kopi tradisional, kafe, kedai kopi modern dan restoran cepat saji. Anak muda merokok sebagai simbol kejantanan dan bentuk kesetiakawanan pada kelompok. Pengakuan dan penerimaan oleh kelompok merupakan sesuatu yang sangat penting bagi anak muda, karena anak muda mulai mengenal teman sebaya dalam kelompok.




  • Bagikan