Flyover Melintasi Baypass Terlalu Rendah? Ini Penjelasan Kontraktor

  • Bagikan
Pembangunan flyover Jl. Untung Suropati-Jl. RA Basyid. FOTO M. TEGAR MUJAHID/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pembangunan flyover Jl. Kapten Abdul Haq-Jl. Komarudin dan Jl. Untung Suropati-Jl. RA Basyid terus menunjukkan progres. Hanya saja, yang sedikit menjadi pertanyaan, secara kasap mata, ketinggian flyover tersebut tampak cukup rendah.

Saat dikonfirmasi, Ketua Pelaksana Pembangunan flyover PT BML Sutarno menyatakan pembangunan flyover tersebut sudah sesuai standar. Menurut Sutarno, ketinggian flyover yang melintasi sepanjang Jl. Soekarno-Hatta mengacu pada standar nasional, dengan ketinggian 5 meter 70 cm.

“Itu standarnya nasional, semua mobil bisa melewatinya. Semuanya ketinggiannya sama,” ungkapnya di sela mengawasi pembangunan flyover Jl. Kapten Abdul Haq-Komarudin, Rabu (30/10).

Dia bilang, ketinggian flyover tersebut tidak akan menyebabkan tersangkutnya kendaraan yang melintas. Menurutnya pihaknya telah menyesuaikan kontur tanah dan mengukur ketinggian mobil yang biasa melintas.

Lebih jauh dia menyebutkan, progres pembangunan flyover Jl. Kapten Abdul Haq-Komarudin baru memasuki penyelesaian 50,2 persen yang ditargetkan harus rampung pada akhir Desember 2019. Pihaknya menyatakan masih terkendala beberapa tiang listrik dan telekomunikasi.

Baca Juga:   Pemkot Bagikan Obat Covid-19 ke Masyarakat

“Ya bergitulah, kita sudah minta terus melalui Pemkot, tapi masih saja ada beberapa tiang yang belum dipindah. Dan bahkan di Jalan Kapten Abdul Haq ada gardu listrik yang belum dipindah,” ungkapnya.

Sutarno menyebutkan bahwa, kendala listrik tersebut telah memakan banyak waktu. Juga membuat perkerjaan untuk menaikan balok girder tidak bisa dilakukan, karena posisi lokasi penanan craine untuk menaikan girder terhalang tiang-tiang.

“Tentang gimana solusinya, kita akan paksakan membongkar sendiri mungkin. Nantinya, rencana kita 15 Novemver 2019 mulai menaikan balok-balok girder,” ungkapnya.

Akibat tiang itu pula, kemungkinan besar ungkap Sutarno, pengerjaan akan melewati batas target Desember 2019 dengan asumsi bahwa pemasangan satu balok girder bisa menghabiskan waktu sepuluh hari.

“Artinya apa kalau satu balok girder kita menghabiskan waktu sepuluh hari maka jumlah keseluruhan balok girder yang kita akan angkat sebanyak 5 bentang, akan menghabiskan waktu plus minus dua bulanan,” bebernya.

Baca Juga:   Perihal PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Tunggu Inmedagri dan Ingub

Berdasarkan pantauan Radar Lampung, pembangunan flyover di dua lokasi tersebut minim akan rambu-rambu keselamatan dan terlihat masih kurang disiplinnya para pekerja mengenakan aksesoris keamanan seperti helem.

Bahkan, pembangunan flyover di Jalan Untung Suropati-Jalan RA Basyid terlihat sangat membayakan mayarakat yang ada didekat pembangunan tersebut, lantaran di lokasi pasar. Kontraktor juga terlihat tidak memasang jaring-jaring untuk menantisipasi benda-benda jatuh.

Menanggapi hal tersebut, Sutarno mengakui bahwa disiplin pekerjannya masih sangat kurang dan dirinya segera menyampaikan informasi Radar Lampung untuk pemasangan jaring. “Iya, saya akui pekerja kita kurang disiplin memakai helem, padahal selalu diingatkan, tetapi masih saja mengulangi. Kalau soal jaring itu, akan saya komunikasikan, agar dipasang,” tandasnya. (apr/sur)




  • Bagikan