Ketua KPK RI Beber Kronologis Kasus Suap Azis Syamsuddin

  • Bagikan
Ketua KPK RI Firli Bahuri saat memberikan keterangan pers Sabtu (25/9). Tampak Azis Syamsuddin membelakangi dengan mengenakan rompi oranye KPK. Foto taken from facebook KPK RI

RADARLAMPUNG.CO.ID-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI menetapkan Azis Syamsuddin sebagai tersangka dugaan tipikor suap dalam perkara DAK Lampung Tengah. Usai menjalani pemeriksaan, Azis Syamsuddin Sabtu (25/9) langsung ditahan oleh KPK RI.

Menurut Ketua KPK RI Firli Bahuri, Azis ditangkap di kediamannya di Jakarta Selatan. Sebelum menangkap Azis, KPK melakukan pengecekan kesehatan terhadap Azis. Dari hasil swab antigen Azis diketahui non reaktif covid-19 sehingga KPK melanjutkan pemeriksaan terhadap Azis di gedung KPK.


Perkara yang menjerat Azis lanjut Firli bermula pada Agustus 2020. Saat itu, Azis menghubungi mantan penyidik KPK Stefanus Robin Pattuju (SRP). Kepada SRP, Azis diduga meminta tolong agar mengurus kasus Azis dan Aliza Gunado yang sedang dilakukan penyelidikan oleh KPK.

“Selanjutnya SRP menghubungi MH (Maskur Husein) untuk mengawal kasus tersebut. Setelah itu MH menyampaikan ke AZ dan AG agar menyiapkan masing-masing uang Rp2 miliar,” katanya.

Baca Juga:   Sidang Penganiayaan Nakes Digelar, Jaksa Hadirkan Saksi Korban

Setelah ada kesepakatan, MH diduga minta uang muka Rp300 juta ke Azis Syamsuddin. Teknis pemberian uang dari Azis dilakukan melalui transfer rekening bank dengan menggunakan rekening milik MH. Sebagai bentuk komitmen dan tanda jadi, Azis diduga mengirimkan uang Rp200 juta ke MH secara bertahap.

“Masih di bulan Agustus 2020, SRP diduga datang menemui AZ dirumah dinas untuk kembali menerima uang secara bertahap sebanyak tiga kali,” kata Firli.

Yakni sebanyak 100 ribu US Dollar, 17.600  Dollar Singapura dan 140.500 Dollar Singapura. Uang itu kemudian ditukar ke money changer oleh SRP dan MH untuk menjadi mata uang rupiah.

“Sebagaimana komitmen awal, pemberian uang dari AZ ke MH adalah sebanyak Rp4 miliar dan telah direalisasikan sejumlah Rp3,1 miliar. Atas perbuatan tersebut, AZ disangkakan melanggar pasal disangkakan melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a atau pasal 5 ayat 1 huruf b atau pasal 13 UU RI nomor 31 tahun 1009 tentang Pemeberantasan Tindak Pidana Korupsi,” tutur Firli.

Baca Juga:   Astaga, Nekat Curi Besi Penyambung Rel untuk Dijual ke Rongsok

Dijelaskan Firli, penahanan Azis dilakukan setelah penyidik melakukan pemeriksaan terhadap 20 orang saksi dan dikuatkan dengan alat bukti.  “Maka penyidik melakukan penahanan kepada tersangka AZ selama 20 hari pertama terhitung mulai tanggal 25 September,” katanya.

AZ akan ditahan di Rutan Polres Jakarta Selatan. Dan Selama 14 hari terhadap AZ akan dilakukan isolasi mandiri.

“Tentu kita semua segenap anak bangsa sangat menyayangkan perbuatan para pelaku korupsi termasuk yang dilakukan oleh AZ karena sesungguhnya sebagai pilar negara dan wakil rakyat yang telah menerima kepercayaan oleh rakyat tidak semestinya melakukan perbuatan tersebut,” katanya. (wdi)




  • Bagikan