Ketua PDIP Lampung : Ingat Tak Ada Kader Istimewa !

  • Bagikan
Suasana Pendidikan Kader Madya I, DPD PDI Perjuangan Lampung, Senin (27/12). Foto ist

RADARLAMPUNG.CO.ID- Ketua DPD PDI Perjuangan Lampung, Sudin menekankan kepada semua kadernya di Lampung bahwa tidak ada kader yang istimewa dalam melaksanakan pelatihan apapun yang digelar partai besutan Megawati Soekarno Putri itu. Hal itu diungkapkan Sudin, saat Pendidikan Kader Madya I terhadap 101 kader se-Lampung, di Bapelkes Lampung, Senin (27/12).

“Output dari pendidikan ini tentunya bekerja untuk rakyat. Bagi kami enggak ada yang istimewa. Kader adalah kader. Saya pun di DPP, ya sebagai kader, kalau ada pendidikan saya ikut. Misalnya kalau mau dilantik, atau ikut Lemhannas, ya kami karantina di suatu tempat, kami ikuti perintah ketua umum,” ujarnya.



Sudin melanjutkan, diklat juga dilakukan untuk menambah pendidikan dan wawasan kader yang muaranya untuk menjadi pemimpin. “Tentunya juga untuk penguatan internal 2024 sudah pasti semua kita lakukan penguatan. Kalau bukan orang politik memang masih lama tapi kami setiap hari wajib kerja-kerja sesuai perintah ibu Ketum. Jadi pemimpin itu kan harus banyak bekal, bukan hanya ideologi, tapi semuanya,” imbuhnya.

Dijelaskan Sudin memang banyak yang ingin mengikuti diklat madya ini, namun dibatasi karena beberapa hal termasuk prokes. “Banyak yang mau ikut, tapi dibatasi juga kan harus prokes. Untuk pratama nanti dilakukan oleh masing-masing DPC. Ini pun, kita lihat semua hadir, kepala daerah ketua DPC, sebab kami diwajibkan kompak,” tandasnya.

Pada kesempatan itu, Sudin juga menjelaskan, awwlnya memang pendidikan madya digelar di Lampung Timur, namun ada beberapa hal yang menjadi catatan sehingga digelar di Bapelkes Lampung. “Itu kan baru rencana dinarenakan ini kan melalui zoom dengan DPP. Dikhawatirkan jaringannya kurang bagus, nanti kami ditegur,” jelasnya.

Ditanya kesiapan menuju 2024, Sudin bilang, pihaknya sudsh sangat siap. “Jika digelar besok pun, PDIP siap. Penjaringan kemungkinan di awal tahun. Kan awal tahun kita ada rakernas nanti disosialisasikan. Tentunya, kalau gak dikenal dan nggak mampu membawa massa, masa mau docalonkan? Tapi nanti itu ketentuan DPP,” pungkasnya. (abd/wdi)






  • Bagikan