Ketua PWI Lampung Soal Diksi ‘Upeti’ : Hati-Hati Memilih Diksi

  • Bagikan
Ketua PWI Provinsi Lampung Supriyadi Alfian membuka Konferkab ke-VII PWI Lampung Utara (Lampura) di gedung Korpri Kotabumi, Sabtu (13/3). FOTO FAHROZY IRSAN TONI/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID-Persoalan diksi ‘upeti’ oleh Persatuan Wartawan Indonesia Provinsi Lampung dari PWI Cabang direspon Ketua PWI Lampung Supriyadi Alfian.

Bang Yadi-sapaan akrabnya-meminta wartawan agar berhati-hati memilih diksi yang akan digunakan dalam setiap pemberitaan.


“Upeti adalah kewajiban berupa uang, emas, atau lainnya yang diperuntukkan kepada raja atau penguasa. Nah, saya minta penjelasan, kepada yang memberikan pernyataan, apakah kegiatan pada definisi upeti itu saya lakukan?” katanya dalam keterangan diterima radarlampung.co.id.

Dirinya mempersilakan untuk mengkonfirmasi ke perwakilan PWI cabang apakah dirinya melakukan hal tersebut. Dirinya menilai pernyataan soal ‘upeti’itu telah membunuh karakternya selaku ketua PWI Lampung¬†periode 2016-2021.

“Dan saya akan meminta pertanggungjawabannya, klarifikasi bagi yang memberi pernyataan tersebut. Apalagi, sudah banyak Ketua-Ketua PWI Provinsi lain mengonfirmasi kebenaran kabar upeti ini kepada saya. Tolong hati-hati dengan diksi ‘upeti’ yang digunakan dalam setiap pemberitaan,” pesannya. (rls/wdi)

Baca Juga:   Ruko Penjual Alat Kesehatan Terbakar, Asal Api Belum Diketahui

 

 

penggunaan diksi upeti itu mengutip sejumlah pemberitaan mengacu pada keluhan anggota PWI soal penarikan iuran. Keluhan itu disampaikan kepada Wakil Ketua Bidang Pembelaan PWI Lampung Juniardi yang juga merupakan bakal calon Ketua PWI Lampung, Senin (8/11).

 

 





Baca Selengkapnya...





  • Bagikan