Ketua RT Mundur Karena Insentif Dipotong?

  • Bagikan

RADARLAMPUNG.CO.ID – Sejumlah ketua Rukun Tetangga (RT) di Desa Penengahan, Kecamatan Waykhilau, Pesawaran mengundurkan diri. Langkah ini diduga dipicu pemotongan insentif yang dilakukan pemerintah desa.

Sumber Radarlampung.co.id menyebutkan, sudah tiga ketua RT yang secara resmi sudah mengundurkan diri. “Saya beserta sejumlah tokoh masyarakat menanyakan mundurnya sejumlah ketua RT. Pasti ada alasannya,” kata sumber tersebut, Selasa (1/6).

Dijelaskan, mundurnya sejumlah RT karena ada indikasi pemotongan insentif mereka. Sebab yang diterima setiap triwulan sekali tidak pernah utuh.

Satu bulan, mereka mendapat gaji Rp1 juta. “Namun setiap gajian, mereka menerima dalam amplop sebesar¬† Rp2.250.000. Itu seluruh RT. Infonya dipotong untuk menutupi kegiatan dan lain sebagainya,” ucapnya.

Baca Juga:   Siap Kirimkan Dokumen Kependudukan Dengan Sistem COD

Tidak hanya itu. Ada informasi bahwa bantuan alsintan berupa alat bajak sawah dari Pemkab Pesawaran untuk kelompok tani Karya, hingga saat ini tidak jelas keberadaannya.

“Menurut informasi dari ketua kelompok taninya, alat bajak sawah tersebut lagi dipinjamkan. Anehnya anggota kelompok tani malah tidak mengetahui kalau mereka mendapat bantuan tersebut. Alat itu dipinjamkan tanpa persetujuan kelompok dan bukan kepada kelompok tani lainnya,” paparnya



  • Bagikan