Kharisma Event Nusantara FSB ke-VII Siap Digelar Hybrid Concept

  • Bagikan
TRI UMARYANI

RADARLAMPUNG.CO.ID– Seluruh rangkaian Festival Sekala Bekhak ke-VII tahun 2021 digelar dengan hybrid concept (secara virtual), termasuk puncak acara Kharisma Event Nusantara Festival Sekala Bekhak yang ke-VII yang dipusatkan di Kebun Raya Liwa (KRL) Pekon Kubuperahu Kecamatan Balikbukit, besok Senin (25/10).

Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Lambar Tri Umaryani, S.P, M.Si., mengatakan, Festival Sekala Bekhak ke-VII tahun 2021 merupakan salah satu dari event nusantara yang masuk dalam Kharisma Event Nusantara (calender of event) nasional dan merupakan satusatunya festival yang masuk dalam calender nasional yang berasal dari Provinsi Lampung.


”Rangkaian festival sekala bekhak ke-VII dimulai dari minggu ketiga bulan Agustus 2021 dan berakhir pada hari ini tanggal 25 Oktober 2021, dengan rangkaian kegiatan Pagelaran Orkes Gambus Tradisional Bumi Sekala Bekhak, Pagelaran Seni Budaya Nyambai, Lomba Foto dan Video Pesona Alam dan Budaya Bumi Sekala Bekhak, serta Lomba Menulis Cerita Pendek tentang Destinasi Wisata di Lampung Barat,” ungkap Tri Umaryani.

Kesemua rangkaian tersebut, kata dia, digelar secara virtual mengingat pandemi covid-19 yang belum juga berakhir. Beberapa rangkaian kegiatan yang menjadi daya tarik festival sekala bekhak terpaksa kita tiadakan pada perhelatan tahun ini seperti Himpun Adat Saibatin Paksi Pak (Musyawarah Agung Para Sultan Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Bekhak), Karnaval Kemilau Budaya Bumi Sekala Bekhak, Lomba Butabuh Gamolan Pekhing, Lomba Seni Budaya Hadra, Lomba Tari Kreasi Lampung, Lomba Lagu Daerah Lampung, Lomba dan beberapa tangkai lomba lainnya yang sangat diminati oleh masyarakat.

Baca Juga:   Ratusan Goweser Rayakan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Kebun Raya Liwa

”Ditahun mendatang perhelatan core event ini bisa digelar secara normal dengan beragam rangkaian kegiatan yang menarik untuk bisa disaksikan oleh para wisatawan dan menjadi hiburan bagi masyarakat Lampung Barat,” ujarnya.

Sebab, bagi masyarakat asli Lampung Barat gelaran festival sekala bekhak sangat dinantikan untuk dihelat secara offline sehinga bisa menjadi hiburan dan menjadi ajang berkreasi dan berekspresi, namun kondisi kita yang mengharuskan menggelar secara virtual rangkaian pagelaran-pagelaran, hal ini berpengaruh pada keiikutsertaan para seniman/penggiat seni budaya, terlihat dari menurunnya peserta gelaran dari gelaran festival sekala bekhak sebelum pandemi.

”Namun kami tetap optimis bahwa festival budaya ini sangat berpengaruh pada peningkatan kunjungan dan bergerak nya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di era normal baru, semoga ini akan menjadi titik berangkat kita untuk memulai sesuatu hal yang baru dengan konsep baru (hybrid concept). Kedepan mungkin kita harus terbiasa dengan hybrid concept, menghelat suatu kegiatan dengan paduan antara luring dan daring, sangat berpengaruh pada sektor ekonomi kreatif yang akan memasarkan produk-produk ekraf secara virtual,” urainya.

Baca Juga:   Tahun Depan, 15 Puskesmas di Lambar Jadi BLUD

Sementara itu, terkait dengan acara Kharisma Event Nusantara Festival Sekala Bekhak yang ke-VII, sesuai denga undangan akan dihadiri secara virtual oleh Gubernur Lampung, Deputi Penyelenggaraan vent Kemenparekraf RI, Kepala Disporapar se-Provinsi Lampung dfan kabupaten tetangga OKU Selatan Provinsi Sumatera Selatan, Camat se-kabupaten setempat serta sejumlah tamu undangan lainnya termasuk komunitas-komunitas dan pihak swasta.

”Kemudian ada puluhan kegiatan dalam acara yang akan dibuka langsung oleh Bapak Bupat Hi. Parosil Mabsus tersebut antara lain, penayangan visual teaser pembuka (Introduction), antraksi music pembuka, arakan tradisi sekala bekhak, antraksi sekura penjaga, penampilan orkes gambus Lampung, nyambai, tari sembah batin, dan sejumlah rangakain kegiatan lainnya,” tutup Tri Umaryani. (nop/wdi)





Baca Selengkapnya...





  • Bagikan