Khusus untuk Guru Honorer, PGRI Lampung Gelar Tryout tes PPPK

  • Bagikan
Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Lampung menggelar tryout untuk guru honorer dalam persiapan pembukaan tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), yang digelar di Hotel Golden Tulip, Rabu (24/3). Foto Rimadani Eka Mareta/radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID-Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Lampung menggelar tryout untuk guru honorer dalam persiapan pembukaan tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), yang digelar di Hotel Golden Tulip, Rabu (24/3).

Ketua PGRI Lampung, Suharto mengatakan kegiatan ini dilakukan untuk membantu para guru honorer dalam mendapatkan informasi mengenai pelaksanaan tes PPPK.

“Kita ingin membantu teman-teman honorer untuk mendapatkan informasi yang cukup akurat. Sehingga bisa yakin dan mantap dalam rangka menghadapi proses tes PPPk. Kita hari ini mengundang dari Jakarta, untuk dapat mendapatkan informasi yang akuntabel. Karena banyak di media sosial yang “menawarkan”, maka kita ingin teman-teman guru mendapatkan informasi yang cukup dan benar sehingga langkah-langkah yang dilakukan dalam persiapan untuk Tes PPPK bisa mendekati lah,” jelas Suharto.

Lebih lanjut, kata Suharto, PGRI Lampung juga ingin menggugah teman-teman guru, usaha upaya perlu dilakukan hingga nantinya saat tes datang. Jangan sampai berharap, tapi kita tidak melakukan apa-apa.

“Karena kan nanti tesnya di seleksi, karena yang unggul pasti diterima, tentu berbeda jika itu dibagi jatah kan. Karena itu masing-masing harus kompetisi dan persiapan dan mengikuti apa yang harus dilakukan. PGRI sebagai organisasi profesi Ingin menjembatani, paling tidak menginspirasi temen-temen bahwa perlu ada upaya yang dilakukan,” tambahnya.

Baca Juga:   Data Ulang Penerima Bantuan Kuota Internet

Selanjutnya, PGRI Provinsi Lampung melalui PGRI kabupaten/kota juga akan melaksanakan tryout yang sama. Sehingga tidak perlu mencari kemana-mana, karena mereka tidak mengerti, tidak paham dan bingung tanya kemana, akhirnya kita dorong untuk membantu.

“Sehingga mungkin temen-temen guru yang tidak tahu akan menjadi disiminasi yang masif. Karena jangan sampai ada persepsi, dilapangan katanya katajya semua guru honorer diangkat, kan ga bisa, kuota terbatas. Kemudian PPPk yang di prioritas kan yang tua, tapi nanti bisa yang muda ribut. Kan apa bedanya yang tua dan muda, maka itulah informasi-informasi yang membuat tafsir berlebih yang kita minimalisir. Kalau dibutuhkan lebih dari 1 kali, kita akan lakukan jika diperlukan,” tambahnya.

Baca Juga:   EF Lampung Gulirkan Pesta Diskon Paket Kursus

Untuk materi yang diberikan, Wakil Sekretaris Jenderal Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jejen Musfah yang hadir mengatakan Materi yang akan diberikan ada dua hal, dalam konteks sekarang.

“Terkait hal teknis terkait ini berbasis komputer, kita ingin menjelaskan untuk guru mengoperasikan komputer dan bagaimana tahapannya. Nanti guru-guru ini juga dibekali dengan per bidang, SD, SMP, SMA kan lain materinya,” jelas Jejen.

Selain itu, ada juga motivasi, karena kesiapan mental juga diperlukan, karena tidak hanya kemampuan kognitif nya saja tapi juga kesiapan mentalnya siap. “Nah, yang pertama Kemendikbud sudah punya LMS (Learning Model System) yang berisikan latihan tadi. Tapi pengurus besar PGRI juga mengurus LMS mirip, tapi soalnya diambil dari PGRI Jateng dan Lampung, di kombinasi kan dengan video motivasi, bahwa guru harus punya sifat mengajar, semangat bertumbuh, jadi tidak hanya dibekali bagaimana menguasai materi. Tapi juga meyakinkan mereka harus belajar, sehingga hisa memotivasi guru juga,” tandasnya. (rma/wdi)




  • Bagikan