Kiat Mayjend TNI Ferry Zein Tekan Nol Kasus Covid-19 di Secapa

  • Bagikan

RADARLAMPUNG.CO.ID-Pandemi Covid-19 yang mulai masuk ke Indonesia awal tahun 2020 tak menyurutkan berbagai kegiatan di masyarakat. Salah satunya kegiatan yang dilakukan di Sekolah Calon Perwira TNI AD.

Komandan Sekolah Calon Perwira TNI AD, Mayor Jendral TNI Ferry Zein, membagikan kiatnya dalam upaya menekan penularan Covid-19, bahkan menjadikan sekolah Perwira tersebut nol kasus konfirmasi Covid-19 mulai April hingga Juli 2021.

Sebagai salah satu lembaga yang berfungsi untuk mendidik para Capa (Calon perwira) TNI AD, kegiatan pendidikan di Secapaad harus terus berjalan selama pandemi Covid-19. Kegiatan pendidikan yang berlangsung dalam suasana pandemi menimbulkan beragam tantangan serius.

“Harus diakui bahwa lingkungan pendidikan Secapaad bukan tempat yang sepenuhnya steril dari penularan Covid-19. Bahkan sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, pada Diktukpa TNI AD TA. 2020 sempat terkonfirmasi sebanyak 1268 orang dinyatakan positif Covid-19 di lingkungan Secapaad. Tentu saja, selain jumlah yang terkonfirmasi, tidak menutup kemungkinan bahwa ada juga Serdik (peserta didik), Gadik (tenaga pendidik) dan Gapendik (tenaga kependidikan) lain yang terpapar Covid-19,” jelas Mayjen TNI Ferry dalam Zoom Meeting kegiatan Fellowship Jurnalis Pendidikan yang digelar Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP), Senin (5/7).

Menurutnya, tantangan pelaksanaan kegiatan pendidikan Secapaad selama pandemi juga berasal beragam kondisi internal dan eksternal lembaga. Fasilitas pendidikan dan fasilitas kesehatan Secapaad sangat terbatas. Karenanya, jumlah Serdik tidak sebanding dengan kondisi fasilitas yang ada sehingga tidak mendukung terselenggaranya protokol kesehatan secara sempurna.

Kondisi fisik Serdik juga tidak semuanya berada dalam kondisi bugar. Sementara, lingkungan sekitar Secapaad adalah lingkungan masyarakat yang sangat potensial menjadi jalur penularan Covid-19. Namun Secapaad berhasil mengatasi berbagai tantangan di atas sehingga sukses menghentikan penularan Covid-19 serta tetap dapat menjalankan kegiatan pendidikan. Berbagai upaya tersebut dijalankan mulai dari sebelum, selama, dan setelah pelaksanaan operasional pendidikan dengan protap yang sistematis, ketat serta terukur guna menekan penularan Covid-19 di lingkungan Secapaad.

Seperti sebelum pelaksanaan Operasional pendidikan. Upaya yang dilakukan pertama, penyiapan fasilitas pendidikan yang dilaksanakan berupa melaksanakan penyemprotan disinfektan pada fasilitas pendidikan yang akan digunakan oleh Serdik; menyiapkan barak, ruang kelas, ruang makan, dan tempat lainnya yang akan digunakan oleh Serdik dengan mengatur sesuai protokol kesehatan; menyiapkan tempat cuci tangan di sekitar fasilitas yang digunakan Serdik; dan Menyiapkan fasilitas kesehatan.

Baca Juga:   Ranking Webometrics, UIN RIL Tiga Besar PTKIN 

Selanjutnya penyiapan Gadik yang dilaksanakan berupa menyelenggarakan penataran bagi Gadik dan Gapendik; melaksanakan uji kompetensi terhadap Gadik dan Gapendik yang akan mengajar; melaksanakan penyamaan persepsi materi pelajaran guna memberikan pemahaman dan pendalaman materi yang akan diajarkan. Kemudian menyiapkan peranti lunak berupa Prosedur Tetap (protap) yang mengatur tentang pelaksanaan kegiatan proses belajar mengajar dikelas (PBM tatap muka), proses belajar mengajar dilapangan serta kegiatan bimbingan dan pengasuhan.

Selanjutnya, selama pelaksanaan operasional pendidikan. Upaya-upaya yang dilakukan adalah menerapkan prosedur tetap yang ketat dalam pencegahan penularan Covid-19 dan protokol kesehatan. Misalnya dari Serdik, dengan melakukan pemeriksaan kesehatan berupa rapid test saat Serdik masuk ke Lemdik (Lembaga Pendidikan) Secapaad; melaksanakan pengecekan suhu badan Serdik pada pagi hari sebelum kegiatan dan pada malam hari setelah apel malam; melaksanakan isolasi mandiri bagi Serdik yang terpapar Covid-19 tanpa gejala dengan ditempatkan di barak isolasi dan mengikuti pelajaran secara virtual. Sedangkan bagi Serdik yang bergejala dievakuasi ke RS.Dustira/RSDC Secapaad sesuai prosedur.

Bagi Gadik, pada saat pelajaran tatap muka kepada Gadik/Gumil diwajibkan untuk menggunakan masker, face shield membawa hand sanitizer dan mencuci tangan sebelum dan sesudah mengajar; pada saat jam istirahat kegiatan PBM tatap muka para Gadik diwajibkan untuk melaksanakan berjemur dan menghirup udara segar diluar ruang kelas; selalu menekankan kepada Serdik tentang penerapan protokol kesehatan serta mengawasi pelaksanaannya selama kegiatan proses belajar mengajar.

“Selanjutnya pada Kegiatan proses belajar mengajar (PBM), dimulai dari Selama 14 hari pertama proses belajar mengajar dilaksanakan secara virtual. Selama proses belajar secara virtual pelaksanaan makan Serdik dilaksanakan di barak untuk mengurangi mobilitas dan interaksi antar Serdik. Kemudian pelaksanaan PBM tatap muka mempedomani Protap tentang PBM baik dikelas maupun dilapangan,” jelasnya.

Pihaknya juga memerintahkan Serdik untuk berjemur dan wajib minum air putih pada saat jam istirahat; setiap melaksanakan evaluasi tempatnya dilapangan terbuka atau di Lapangan Wiradhika agar terkena sinar matahari dengan jarak antar Serdik 2 meter; pihaknya juga memberikan kesempatan kepada Serdik setiap 2 jam sekali untuk keluar kelas agar dapat menghirup udara segar di luar ruangan. Selanjutnya menerapkan protokol kesehatan selama pelaksanaan PBM antara lain mewajibkan Serdik untuk selalu menggunakan masker, Face shield, membawa hand sanitizer, melarang tukar menukar alat tulis antar Serdik dan mengatur serta mengawasi proses keluar masuk ruang kelas.

Baca Juga:   EF Lampung Gulirkan Pesta Diskon Paket Kursus

“Menerapkan protokol kesehatan saat PBM dilapangan dan menyusun organisasi kelas lapangan dengan jumlah maksimal 30 orang. Untuk kegiatan jam kantin dilaksanakan dilapangan/diluar ruangan dengan mendirikan tenda lapangan dan menerapkan protokol kesehatan. kami juga mengurangi kegiatan protokoler yang dapat menyebabkan terjadinya penularan Covid-19,” jelasnya.

Adapula kegiatan bimbingan dan pengasuhan (Bimsuh) yang dilaksanakan dengan Menerapkan protokol kesehatan dalam pelaksanaan bimbingan dan pengasuhan baik di barak maupun pada saat kegiatan fisik, antara lain menjaga jarak perorangan minimal 2 meter, tidak menyanyi dan tidak meludah disembarang tempat saat perpindahan tempat maupun kegiatan pembinaan fisik lainnya; mengatur pelaksanaan pembinaan fisik secara bergantian yang diatur seminggu dua kali untuk menghindari terjadinya kerumunan; memerintahkan kepada Serdik untuk senantiasa menjaga kebersihan di sekitar lingkungan masing-masing dan kegiatan ibadah dilaksanakan dalam kelompok kecil dan menerapkan protokol kesehatan.

“Di fasilitas pendidikan kami juga tetap memanfaatkan fasilitas kesehatan yang tersedia secara maksimal serta berkoordinasi dengan instansi terkait. Kami juga melaksanakan penyinaran dengan sinar ultraviolet di barak Serdik pada saat Serdik sedang melaksanakan kegiatan PBM dikelas maupun dilapangan. Selanjutnya setelah pelaksanaan operasional pendidikan. Upaya yang dilakukan pada proses ini adalah mengadakan evaluasi setiap dua minggu terhadap semua kegiatan,” terangnya.

Jika dalam evaluasi ditemukan hasil bahwa satu atau beberapa program menimbulkan penularan, maka akan dilakukan perubahan pada pelaksanaan program. Pada awal pendidikan/bulan Januari 2021 jumlah Serdik yang terpapar Covid-19 sebanyak 20 orang, pada bulan Februari 2021 terjadi peningkatan kasus yang cukup tinggi menjadi 48 orang Serdik terpapar Covid-19.

“Tingginya angka penularan tersebut maka dilakukanlah evaluasi terhadap semua kegiatan pendidikan. Sebagai contoh, dalam evaluasi ditemukan hasil bahwa kegiatan renang dan lari berdampak pada tingginya penularan, sehingga pada pelaksanaan program berikutnya dilakukan berbagai perubahan seperti mengurangi jumlah serdik dalam satu kelompok, melarang serdik berlari sambil bernyanyi, serta meludah di sembarang tempat. Dari perubahan beberapa program tersebut terjadilah penurunan kasus yang signifikan sehingga pada bulan Maret 2021 menjadi 12 orang yang masih terpapar Covid-19, dan pada bulan April sampai dengan bulan Juli 2021 menjadi nol kasus,” jelasnya. (rma/wdi)




  • Bagikan