Kisah Inspiratif Nurhayati Subakat Dirikan PT Paragon Technology and Innovation

  • Bagikan

RADARLAMPUNG.CO.ID-Siap tak kenal dengan PT Paragon Technology and Innovation, perusahaan besar dengan produk hasil kosmetika itu merajai pasar Indonesia. Produknya pun tak asing, mulai Wardah, Makeover, Emina, teranyar ada Kahf.

Tapi, bagi Nurhayati Subakat, pendiri PT Paragon Technology and Innovation itu bukan upaya mudah. Jatuh bangun pernah ia jalani, bahkan berkali-kali. Tapi, keyakinannya dan kemudahan yang ia dapatkan dari Allah SWT masih terus memperlancar perjalanannya.


Anak keempat dari delapan bersaudara ini ternyata menjadikan kedua orang tuanya sosok panutan. Baik sang Ayah yang menurutnya visioner, sangat sosial, dan sang ibu yang selalu berfikir positif.

Ibu dari CEO PT Paragon Technology and Innovation, Salman Subakat itu memulai membangun industri kosmetik pada tahun 1985. Alasannya nemilih industri kosmetik karena sebelumnya pernah bekerja selama lima tahun di bidang serupa.

“Dengan inovasi, saya menemukan formula dengan modifikasi tempat saya bekerja sebelumya, namun harganya lebih murah.  Jadi produk kami sekarang semua masih sama itu harganya murah tapi produknya bersaing,” ungkap Nurhayati, Selasa (10/8) melalui Zoom Meeting yang digelar Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP) Indonesia.

Namun, lima tahun bisnisnya mulai berkembang itu, dirinya mendapatkan cobaan. Pada 1990, pabrik yang juga masih home industri itu terbakar habis. Begitu juga rumah tempat tinggalnya. Bahkan kondisi keuangan setelah kejadian itu minus. Karena punya hutang sama supplier.

“Tapi saya merasakan saat itu saya bisa bangkit kembali. Pertama karena karyawan, saat itu terjadi pas puasa, kalau tutup karyawan nggak dapat THR (tunjangan hari raya). Kalau piutang juga saya tutup saya nggak bisa bayar hutang, kalau memikirkan diri sendiri ya tutup aja kebetulan suami bekerja dan gajinya masih lebih dari cukup. Tapi semangat kepedulian inilah yang saya rasakan bisa bangkit kembali,” lanjutnya.

Nurhayati merasakan pertolongan Allah SWT. Karena pasca kebakaran, ada kenalannya langsung meminjamkan tempat. Supplier juga karena selama ini menjaga kepercayaan, dirinya meminta lima sak bahan menjadi 10 sak padahal saat itu Nurhayati meminta hutang di tunda.

“Kemudian ada pinjaman BI pinjaman usaha kecil, dulu saya minta pinjam 50 juta malah dikasih 150 juta. Singkat kata satu tahun saya bisa bangun pabrik di daerah Tangerang dengan luas 1500 dan bangun rumah,” tambahnya.

Baca Juga:   Semester Satu 2021, Investasi Lampung Capai Rp8,79 Triliun

Kemudian, di tahun 1995 kedatangan tamu dari Pesantren Hidayatullah yang memberikan ide kosmetik halal, sehingga lahirlah Wardah. Namun itu juga tidak langsung sukses. Pernah kembali gagal. Tapi dirinya tidak berhenti. Kali ini dirinya mencoba peruntungannya dengan iklan di harian yang tidak populer karen harganya murah.

“Saya menemukan dua distributor, alhamdulilah berkembang. 1998 krisis ekonomi kan, dan banyak yang bergabung multi level dan direct selling. Sehingga berkembang sangat cepat, bahkan kami 1998 bangun pabrik kedua dengan luar 3x lebih besar dari pabrik pertama,” lanjutnya.

Kemudian 2002 anak pertana Harman Subakat bergabung, disusul 2003 putra ke dua Salman Subakat bergabung. Kemudian 2004, cobaan kembali datang soal penurunan omset, tapi 2005 dapat suplay multi level dari Sophie Martin. “Dari perjalanan ini bagaimana ikhtiar saya rasakan, kita selalu bergerak insya allah banyak kemudahan yang diberikan Allah. Itu yang kami dapatkan dari sini,” tambahnya.

Kemudian 2009 relaunching wardah, diperbaharui, diganti tagline yang tadinya kosmetika suci dan aman menjadi Inspiring Beauty, 2009 hijaber booming, dirinya merasa waktunya pas. Pada 2010 keluar lagi make over, 2011 ganti nama perusahaan yang tadinya PT Pusaka Tradisi Ibu menjadi PT Paragon Technology and Innovation. Barulah 2014 muncul produk Emina untuk remaja, 2017 launching produk shampoo, 2018 muncul produk dekoratif Insta Perfect, 2019 produk Crystallure dan 2020 produk Kahf.

“Alhamdulillah, perjuangan tak sia-sia itu ditunjukan dengan menjadikan PT Paragon Technology and Innovation sebagai brand make up nomor satu, brand moisturizer nomor satu dan cleanser nomor tiga,” lanjutnya.

Selain itu, selama ini Nurhayati mengamalkan lima nilai yang menurutnya juga membesarkan dirinya dan perusahaan yang ia bangun. Lima nilai itu diantaranya, ketuhanan, kepedulian, kerendahan hati, ketangguhan dan inovasi.

“Ketuhanan dengan perilaku bekerja dengan sungguh-sungguh dan optimis sebagai bagian dari Ibadah; konsisten menjaga kejujuran, bertanggung
jawab dan dapat dipercaya; senantiasa menghargai perbedaan keyakinan, menebar kebaikan dan mencegah keburukan. Kedua, kepedulian untuk Menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan kasih sayang dengan perilaku senantiasa memberi manfaat dan inspirasi positif bagi sesama dan lingkungan dalam setiap aktivitas; berupaya saling memahami dan saling peduli dengan seluruh tim. Kepedulian ini yang banyak digunakan di PT Paragon Technology and Innovation,” katanya.

Baca Juga:   34 Peserta Tes SKD CASN Tanggamus Tidak Hadir, Satu Isoman

Ke tiga, kerendahan hati untuk menyadari bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan. Perilakunya selalu mengoptimalkan sumber daya yang ada sesuai kebutuhan dan keadaan tanpa berlebihan; saling menghormati dan menghargai perbedaan demi kepentingan bersama; bersemangat dan rendah hati untuk belajar kapan saja, dimana saja, dan dari siapa saja. Ketangguhan untuk menjalani hidup dengan penuh suka cita dan daya juang tinggi, perilaku berani, sabar, dan pantang menyerah dalam mencapai tujuan; bertekad kuat, disiplin, dan ulet dalam menjalankan proses hingga tuntas; penuh semangat menghasilkan karya-karya
terbaik tanpa batas.

Inovasi untuk selalu mengembangkan hal baru yang lebih baik untuk memenuhi dan melampaui harapan pelanggan. Perilaku visioner dan kreatif dalam menciptakan terobosan baru untuk menjadi yang terdepan; berpikiran terbuka dalam menggali dan mengolah beragam informasi secara analitis dan sistematis; dan antisipatif, gesit, dan responsif dalam menghadapi setiap perubahan.

“Alhamdulilah 5 Nilai inti tersebut membantu Paragon menjadi perusahaan yang bermanfaat, bertumbuh, dan berkelanjutan dengan kebermaknaan dalam setiap prosesnya,” lanjutnya.

Pengalaman memulai perusahaan ini 36 tahun lalu, home industri dengan dua karyawan itupun asisten rumah tangga. Sekarnag alhamdulilajbsudah menjadi perusahaan kosmetik terbesar dengan total karyawan diatas 10 ribu, luasan pabril 20 hektar dan 40 distribution centre termasuk salah satunya di Malaysia.

Sementara CEO PT Paragon Technology and Innovation Salman Subakat, mengungkapkan kebiasaan sang ibu mendidik anak yang menginspirasi dirinya. “Di keluarga life by example, ibu itu nggak terlalu banyak bicara tapi aksi nyata, ibu bukan tipe yang duduk ngasih ceramah, tapi langsung kerjakan. Bangun pagi kerja, semuanya serba siap, urusan dirumah juga beres. Ibu kalau mbaknya lagi sibuk ya ikut mencuci, berberes,” lanjut Salman.

Baginya, sang ibu merupakan sosok yang berorientasi akai. “Saya pernah tanya ke ibu, ibu nggak capek-capek. Terus ibu bilang kalau kita kerja untuk orang lain, energinya nggak habis-habis. Nah saya justru mempelajari akhirnya bahwa energi itu dari sekitar. Ibu di perusahaan juga begitu. Jadi saya teringat salah satu guru manajemen, keteladanan bukan salah satu cara mengajak rekan kepeminpinan tapi satu-satunya. Ibu juga yang khas kan tidak pernah merasa sempurna, dan tidak membebani yang sekitarnya,” tandas Salman. (rma/wdi)




  • Bagikan