Kisah Inspiratif Pengasuh Ponpes Riyadhus Sholihin Menyintas Covid-19

  • Bagikan
Pengasuh Ponpes Yatim Piatu Riyadhus Sholihin H. Ismail Zulkarnain.

RADARLAMPUNG.CO.ID-H. Ismail Zulkarnain, Pengasuh Ponpes Yatim Piatu Riyadhus Sholhin Penghapal Al Quran Bandar Lampung merupakan penyintas covid-19 yang sempat menjalani isolasi di salah satu rumah sakit di Bandarlampung. Saat berjuang menghadapi covid-19, dirinya mengalami pengalaman yang membuatnya kembali bangkit dan bersemangat. Berikut tulisan H. Ismail Zulkarnain seperti dikutip dari laman facebooknya.

ALHAMDULILLAH tadi pagi Saya baru pulang dari Palembang menghadiri resepsi pernikahan anak sahabat saya. Dan saya diajak makan pindang oleh sahabat-sahabat di Palembang. Kami bincang-bincang tentang ponpes yang saya pimpin.


Saya bercerita, ada 200 anak-anak yatim piatu dan dhuafa semua kebutuhan mereka gratis. Dari pakaian, makan dan minum yang bergizi sehat 5 sempurna. Alat mandi, kesehatannya sangat kita perhatikan kualitas pendidikan kita siapkan guru dan ustadz yang berkualitas sarjana dan alumni pondok pesantren terkenal.

Sahabat saya bertanya, darimana biaya semua itu kepada saya. Lalu saya berkata, dari Allah SWT. Saya terinspirasi dari kisah seekor ulang yang sangat kuat di darat. Tapi saat diangkat oleh seekor burung elang dengan cakar ke langit, ular yang ganas akan menjadi lemas dan tidak berdaya.

Jika kita utamakan ular itu adalah persoalan hidup yang melilit kita bawalah persoalan hidup ke alam spirituil (ke langit). Dengan berdoa sujud pasrahkan semuanya kepada sang Pencipta. Dan ketika kita berada di alam spiritual, maka Tuhan pun segera mengambil alih pertempuran tersebut. Jangan melawan musuh di zona nyamannya. Ubah medan pertempuran seperti elang. Dan biarkan Tuhan mengambil alih melalui doa tulus kita.

Pengalaman saya pribadi sebulan lalu saat terkena virus covid-19, infeksi kedua paru-paru sudah menyebar menyeluruh. Bernafas pun sangat susah. Buang air kecil tidak sanggup. Saat itu saya pasrahkan diri saya kepada Sang Robbi. Saya berbisik di tempat tidur lalu saya berdoa sambil meneteskan air mata : Ya Allah izinkan hamba hidup. Hamba tahu kematian dan ajal hamba Engkau yang mempunyai kekuasaan. Tapi hamba ingin diberikan kesempatan untuk mengurus anak yatim hamba sampai mereka besar dan mandiri.

Setelah saya pasrahkaan diri ini kepada Sang Pencipta saya pingsan. Lalu saya mengalami peristiwa  rohani dibawah alam bawah sadar. Lalu saya terbangun. Setelah itu saya merasa sehat dan bangkit semangat untuk sembuh. Alhamdulillah, 17 hari dirawat diisolasi di rumahsakit kini bisa pulih kembali seperti sediakala.

Mari kita semua tetap berjuang menuju kemenangan jangan pernah pernah lelah /mengeluh. Yakin semua akan indah pada akhirnya. Berjuang untuk mengurus anak-anak yatim apalagi ratusan orang pasti banyak ujian dan cobaan.

Fitnah datang bertubi-tubi. Seolah-olah kita menjual anak yatim. Tapi dengan kesungguhan saya buktikan kepada umat, anak-anak yatim saya semuanya hidup bahagia lahir dan batin dan berprestasi.

Kini fitnah itu sudah hilang. Berbuat baiklah kepada semua orang. Ikhlaskan diri ini untuk selalu bermanfaat untuk orang lain. Salam silaturahmi. (wdi)




  • Bagikan