Kisah Pilu Jupriadi, Menderita Kusta dan Mengemis, Butuh Bantuan untuk Berobat!

  • Bagikan

Suatu ketika, tangan Jupriadi mendadak seperti mati rasa. Tak terbayangkan olehnya, jari jemarinya rapuh, lalu membusuk dan patah. Hanya kesedihan yang menyelimuti hati Jupriadi bertahun-tahun lamanya. Namun karena keterbatasan ekonomi keluarga, dia rela mengemis untuk membantu keluarganya. Saat ini, Jupriadi membutuhkan bantuan untuk mengobati penyakit kusta yang terus menggerogoti tubuhnya.  

Laporan : Andi Apriyadi  – radarlampung.co.id –

Hujan deras sejak pagi melanda Kota Tapis Berseri, Sabtu (23/6). Jarum jam beranjak menunjukkan angka 16.00 WIB saat wartawan radarlampung.co.id memacu sepeda motor ke kawasan Bumi Waras, Telukbetung Selatan Bandarlampung. Memasuki sebuah gang kecil, kira-kira lebarnya satu setengah meter, tampak sebuah rumah berdinding tripleks persis di pinggir kali.

Ya, itulah rumah Jupriadi di Jalan Ikan Baung, Rt 028, LK 2, Kampung Tanjung Raman Witan, Kelurahan Bumi Waras, Kecamatan Bumi Waras, Bandarlampung.

Kondisi rumahnya pun sungguh memprihatinkan. Dia tinggal bersama kedua orangtuanya dan keempat adiknya disebuah gubuk yang tak layak, mereka sudah menghuni gubuk itu kurang lebih sudah hampir tiga tahun.

Anak pertama pasangan suami istri Sarman dan Jumairah ini, sehari-hari bekerja sebagai pengemis di Pasar Gudang Lelang, Telukbetung Selatan. Pekerjaan tersebut dilakoninnya untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya.

Baca Juga:   Bulan Depan, Gubernur Lampung Bantu Alat Penyambung Apheresis untuk Donor Plasma Konvalesen
Ayah Jupriadi, Sarman yang hanya seorang pemulung terbaring sakit-sakitan. Foto Andi Apriyadi/radarlampung.co.id

Jumairah, ibu Jupriadi menceritakan, penyakit kusta yang menyerang putra pertamanya itu sejak berusia 14 tahun. Gejala kusta dideritanya berawal tertular dari seorang tentangga yang menderita penyakit kusta saat tinggal di Kampung Jualang, Bandarlampung.

“Kami keluarga nggak ada keturunan yang kena penyakit kaya gini. Anak saya ini tertular tetangga waktu tinggal di Jualang, sebelum pindah ke sini. Tapi, tetangga yang menulari itu orangnya sudah meninggal beberapa tahun lalu,” ujarnya kepada radarlampung.co.id, saat ditemui di kediamannya, Minggu, (24/6).

Jumairah mengatakan, sudah beberapa kali membujuk Jupri untuk berobat. Namun, putranya selalu menolak dengan alasan kalau dirawat siapa akan membantu mencari nafkah untuk keperluan keluarga.

Rumah sederhana yang ditempati Jupriadi dan keluarganya. Foto Andi Apriyadi/radarlampung.co.id

“Terakhir dia berobat tahun 2014 di rumah sakit daerah, tapi pengobatan dia selalu mengamuk katanya nggak mau disuntik. Dari situlah dia sudah nggak diobatin lagi, katanya juga kalau dia dirawat lagi siapa yang cari duit untuk keperluan keluarga, dia itu memang sayang banget dengan keluarga,” paparnya.

Baca Juga:   Ini Instruksi Walikota Terkait Bandarlampung Masuk dalam Kategori PPKM Level 4

Pihak keluarga tidak pernah meminta Jupri bekerja sebagai pengemis. Tapi, semua itu atas kemauan putranya sendiri.

“Sebagai orangtua kami nggak mau lihat anak kerja jadi pengemis. Tapi itu kemauan dia, katanya mau kerja apalagi karena kedua jari tangannya sudah nggak ada lagi. Ya mau gimana lagi,” jelasnya pasrah.

Dia mengungkapkan, Jupri merupakan tulang punggung keluarga saat ini, karena bapaknya sebelum sakit-sakitan berkerja sebagai pemulung untuk memenuhi kebutuhan hidup.

“Dia ini sekarang tulang punggung kami, karena sekarang bapak lagi sakit dan hanya tergeletak didalam kamar saja. Sedangkan saya hanya ibu rumah tangga juga kerja-kerja membantu rumah tangga. Kalau adik-adiknya masih kecil-kecil dan belum kerja,” ungkapnya.

Pihak keluarga berharap Jupriadi dapat sembuh dari penyakit kusta yang telah lama dideritanya dan meminta kepada pemerintah dapat membantu serta membujuk Jupri untuk di rawat.

“Saya sangat berharap kalau ada yang mau bantu untuk penyembuhan anak saya. Siapa yang mau lihat anaknya kena penyakit, keluarga berharap dia sehat, makanya saya minta tolong banget agar dapat membujuk Jupri ini untuk dirawat,” tandasnya. (gus)




  • Bagikan