Kisruh Antarwarga Terjadi di Kecamatan Seputihsurabaya, Ternyata Begini Kronologi Lengkapnya

  • Bagikan
Pixabay.com

Radarlampung.co.id – Selisih paham antarwarga terjadi di Kecamatan Seputihsurabaya, Lampung Tengah. Ternyata, masalahnya sepele.

Dari informasi yang diperoleh, perkelahian antar warga Kampung Mataram Ilir dan Srikaton terjadi Senin (27/12) sekitar pukul 16.30 WIB. Perkelahian terjadi karena salah paham yang mengakibatkan salah satu oknum TNI terluka.



Kronologis kejadian, Serda R yang sedang di rumahnya Kampung Srikaton didatangi warga binaannya sekitar pukul 15.30 WIB. Tujuannya memberitahukan bahwa di rumahnya didatangi empat warga Kampung Mataram Ilir.

Serda S lantas mengecek ke rumah warga binaannya yang tak jauh dari kediamannya. Di rumah warga binaannya ada empat orang yang dua di antaranya dikenali.

Serda R menanyakan permasalahannya. Dijelaskan oleh salah satu orang yang dikenal bahwa warga binaannya inisial Y telah men-chatting WhatsApp dan menelepon pacar pemuda dari Kampung Mataram Ilir untuk mengajak ketemuan.

Baca Juga:   Lolos Dikejar Warga, Kelaparan, Pencuri Motor Lantas Ditangkap Saat Makan Nasgor

Kemudian Serda S memberikan pengertian kepada empat orang itu bahwa kalau masih pacar dan bukan istri tidak masalah. Perempuan bebas memilih.

Dari penjelasan ini, empat orang ini tak terima dan menjelaskan sudah ada kesepakatan bahwa pemuda yang men-chatting WhatsApp sanggup memberikan uang Rp1.000.000 dari sebelumnya diminta Rp2.000.000.

Serda R bertanya kepada adik pemuda yang men-chatting apakah benar? Empat orang ini langsung bicara keras meminta Serda R untuk tidak ikut campur.

Spontan, Serda R langsung diserang dengan sajam jenis badik namun ditangkis tapi menggores tangan kirinya. Tidak hanya itu, salah seorang juga mengambil linggis dari kendaraan. Tetangga sekitar yang melihat langsung melerai perkelahian

Baca Juga:   Lolos Dikejar Warga, Kelaparan, Pencuri Motor Lantas Ditangkap Saat Makan Nasgor

Empat warga Kampung Mataram Ilir langsung pergi meninggalkan Kampung Srikaton. Serda R dan dua warga langsung dibawa ke Puskesmas Srikaton untuk diobati.

Sesaat kemudian, datang sekitar 50 warga Kampung Bumi Ilir kembali ke TKP. Warga sekitar dan tetangga ketakutan meninggalkan rumah untuk menyelamatkan diri.

Rumah warga dirusak dan membawa empat unit motor yang ditinggalkan warga ke Kampung Mataram Ilir.

Serda R dan dua orang warga yang terluka setelah mendapatkan perawatan dari Puskesmas Srikaton langsung kembali ke rumahnya dan sudah ditunggu oleh warga Kampung Srikaton sekitar 250 orang untuk melindunginya.

Baca Juga:   Lolos Dikejar Warga, Kelaparan, Pencuri Motor Lantas Ditangkap Saat Makan Nasgor

Massa selanjutnya mendatangi Mapolsek Seputihsurabaya agar polisi menangkap para pelaku.

Terkait hal ini, Kasatreskim Polres Lamteng AKP Edi Qorinas mengatakan bahwa situasi saat ini sudah kondusif. “Alhamdulillah sudah kondusif. Terduga pelaku sudah diamankan di Mapolres Lamteng guna pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.

Qorinas mengimbau masyarakat tidak mudah terprovokasi. “Kami mengimbau masyarakat tidak terprovokasi. Serahkan kepada aparat penegak hukum. Kami hadir untuk melindungi dan mengayomi masyarakat,” ungkapnya.

Hal sama diungkapkan anggota DPRD Lamteng Baroji. “Kita imbau masyarakat tidak terprovokasi. Pelaku sudah diamankan polisi. Sekarang ini situasi cukup kondusif,” tegasnya. (sya/sur)






  • Bagikan