Klarifikasi Ada Pelatihan Pasca Lockdown, Kepala Balai Pemerintahan Desa : Pegawai Tertular Dari Luar Balai

  • Bagikan
Kepala Balai Pemerintahan Desa di Lampung Irsan saat mengunjungi Graha Pena, Senin (8/2). Foto Prima Imansyah Permana/radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Balai Pemerintahan Desa di Lampung memastikan tidak ada pelatihan peningkatan kapasitas aparatur desa dan cluster covid-19 dari pelatihan. Hal ini disampaikan Kepala Balai Pemerintahan Desa di Lampung Irsan saat menyambangi Graha Pena, kantor Radar Lampung Senin (8/2).

Irsan membantah bahwa pihaknya telah menggelar pelatihan peningkatan kapasitas aparatur desa pasca mendapat instruksi pemerintah pusat untuk locdown sejak jumat (5/2) hingga Senin (8/2).


Menurutnya, peserta yang ada di Kantor Balai Pemerintahan Desa karena telah terlanjur hadir maka kegiatan dialihkan hanya menjadi diskusi.

“Saat peserta datang instruksi dari pusat kita terima Kamis (4/2) sore. Karena sudah terlanjur hadir, sebab peserta dari Aceh dan lainnya. Para peserta minta diskusi, jadi hanya diskusi sembari menyiapkan administrasi kepulangan mereka. Jadi tidak ada pelatihan. Kalau pelatihan kan harus dibuka dan lainnya,” terangnya.

Pelatihannya pun menurut Irsan telah di berhentikan sampai batas waktu yang belum ditentukan. “Sudah kita setop dari Kamis lalu. Sebelumnya memang ada pelatihan, tapi dengan memperhatikan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat,” ucapnya.

Baca Juga:   Koneksi Peduli Lindungi Juga Bakal Menjadi Syarat Masuk Lokasi Wisata di Lampung

Ia juga menerangkan pegawai Balai Pemerintahan Desa yang terkonfirmasi Covid-19 dan salah satunya meninggal bukanlah tertular dari dalam lingkungan balai. Melainkan dari luar balai.

“Semua tertular dari luar, ada yangtertular usai melayat, tukang kebun kami tertular saat bekerja sambilan menjadi tukang parkir, begitu pula tenaga kesehatan kami dari luar juga. Yang meninggal dunia Kamis (4/2) meninggal karena punya penyakit bawaan. Semua rata-rata warga Bandarlampung, sudah di tracking oleh puskesmas tempat mereka tinggal,” terangnya.

Dirinya juga menyatakan pihak kantor memberlakukan penerapkan prokes ketat. Salah satunya dengan rutin melakukan swab antigen. Dan terkait hal ini pihaknya selalu berkoordinasi dengan Labkesda Provinsi Lampung. Pihaknya juga menyiapkan pengecekan suhu tubuh yang menggunakan layar monitor, penerapan kerja dari rumah atau Work From Home (WFH) secara bergantian dan lainnya.

Baca Juga:   Siap-siap, Ada 50 Paket Akan Tender di APBD Perubahan

“Kemarin aja dari yang isolasi 14 hari kita minta 20 hari. Terus sebelum masuk kita minta tes Swab Antigen biar benar aman,” terangnya.

Pada Senin (8/2) Irsan juga menyatakan telah berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Kecamatan Natar dalam hal ini Camat Natar. “Alhamdulilah koordinasi dan komunikasi telah berjalan baik. Tadi pagi kami sudah bertemu pak Camat,” ungkapnya.

Senada juga disampaikan Camat Natar Eko Irawan, dirinya mengaku telah bertemu dengan pihak Balai Pemerintahan Desa dan melakukan koordinasi. “Ya seperti keyakinan saya bahwa mereka sudah sangat ketat tentang Prokes selama ini. Dan ke depan  jikalau ada kegiatan lagi di Balai akan dikoordinasikan dengan tim Covid-19 kecamatan,” terangnya. (pip/wdi)




  • Bagikan