Kloter 26 Bandarlampung, JCH Pertama Gelombang Kedua

  • Bagikan
Sejumlah keluarga JCH nampak haru saat mengantarkan kerabatnya di pintu gerbang Asrama Haji, Rajabasa, Bandarlampung, Jumat (19/7). Foto M. Tegar Mujahid/ Radarlampung.co.id

radarlampung.co.id – Jamaah Calon Haji (JCH) Kloter 26 Bandarlampung emberkasi Jakarta yang bakal berangkat ke Jeddah, Arab Saudi Sabtu (20/7), mulai memasuki asrama haji Rajabasa, Bandarlampung, Jumat (19/7). Kloter ini merupakan kloter pertama di gelombang kedua yang memberangkat JCH dan bisa langsung melakukan ibadah Umroh.

Humas Kanwil Kemenag Lampung Istutiningsih yang juga masuk dalam rombongan kloter 26 mengatakan, sebanyak 410 JCH bersama petugas masih dalam pemeriksaan kesehatan terakhir di Asrama Haji. Baru setelahnya dapat didata, apakah semua jamaah bisa berangkat atau tidak.

“Sekarang masih pemeriksaan, kalau jadwal ada 402 calon haji, dengan delapan petugas. Mulai 1 petugas TPHI, 1 petugas TPIHI, 3 petugas TKHI, dan 3 petugas TPHD. Maka total yang akan berangkat 410. Kloter 26 Bandarlampung merupakan keberangkatan kloter pertama gelombang kedua. Di mana nantinya akan langsung menuju Jeddah, langsung melaksanakan Umroh dulu,” kata Tuti yang diwawancarai di asrama haji, Bandarlampung, Jumat (19/7).

Dia melanjutkan, pada Jumat malan romobgan akan bertolak ke Jakarta sekitar pukul 21.00 WIB. Kemudian dilanjutkan menuju Jeddah, Arab Saudi sekitar pukul 02.00 WIB, Sabtu (20/7).

Sesampainya di Jeddah, Tuti mengatakan JCH tidak perlu menunggu terlalu lama untuk melakukan pemeriksaan. Karena pemeriksaan telah dilakukan di Indonesia dengan sistem fast track.

Nantinya di Jeddah, sambungnya, JCH akan menempati Hotel 402 Mal Asyisah. Tuti menyebut seluruh Jamaah asal Lampung seluruhnya berada di satu zonasi. Untuk Lampung di Raudhoh.

“Kalau dari hotel ke pondokan jaraknya 3 kilometer, tapi kan dari hotel ke pemondokan sudah ada bis yang disiapkan. Nanti setelah sampai hotel akan kami lihat situasi dahulu, kalau bisa umroh dulu. Tapi barangkali karena kalau ke hotel dulu, jamaah dikenakan sanksi ihrom. Karena kan niatnya di bis saat jemaah dari bandara ketika belum umroh, maka dikenakan hukum ihrom dengan beberapa larangan. Kecuali kalau kita mau langsung umroh,” tandasnya

Manager Iklan Radar Lampung Desty Mulyati juga masuk rombongan kloter 26. Dirinya mengaku telah mempersiapkan semua kebutuhan dalam hajinya ini. Apalagi di Jedda suhu cukup panas bisa mencapai 45 derajat selsius.

“Iya kalau cuaca lumayan panas sih. Persiapan ya masker, kanebo, sprei, multivitamin, perbanyak minum air putih. Ya kalau persiapan sendiri mulai fisik, mental dan ikhlas saja,” ujar Desti.

Dia melanjutkan selama persiapan menuju keberangkatan juga telah dilakukan dengan lancar. Dirinya berharap proses ibadah hajinya pun berjalan lancar dan dapat kembali ke Indonesia dengan keadaan sehat. (rma/kyd)


Baca Juga:   Perihal PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Tunggu Inmedagri dan Ingub


  • Bagikan