KM Lawit Isoter Pasien Tanpa Gejala Kembali ke Jakarta

  • Bagikan
Kadiskes Lampung Reihana. Foto Rimadani Eka Mareta/radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID-KM Lawit yang diperuntukkan sebagai lokasi isolasi terpadu (isoter) pasien tanpa gejala tak lagi beroperasi. Kapal yang memiliki kapasitas 437 tempat tidur itu mulai Senin (20/9) sore akan kembali ke Jakarta.

Hal ini disampaikan Plt Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas pelabuhan (KSOP) I Panjang, Hendri Ginting pada Senin (20/9). “Iya KM Lawit sudah selesai operasionalnya, karena hanya 30 hari dan berakhir pada 18 September kemarin,” ungkap Hendri melalui sambungan telepon seluler nya.


Selain itu, kontrak kerjasama KM Lawit dan Pemprov Lampung tidak diperpanjang ialah karena kondisi kasus Covid-19 dan Bed Occupancy Rate (BOR) di Provinsi Lampung sudah turun, bahkan sampai angka 16%. Selama beroperasi di Dermaga C Pelabuhan IPC Panjang itu, KM Lawit telah merawat sebanyak 18 pasien tanpa gejala.

Baca Juga:   Soal Adanya Insentif Nakes Yang di Transfer Berlebih, Dinkes Lampung Belum Terima Laporan

“Sekarang sedang persiapan menuju ke Jakarta karena kapal nya akan ada perbaikan. Sore ini kapalnya berangkat hari ini sedang mempersiapkan kebutuhan,” tambahnya.

Selain itu, kondisi Covid-19 di Provinsi Lampung ini juga diharapkan tidak lagi ada kenaikan kasus. “Alhamdulillah kasus nya menurun kita berharap tidak ada Covid-19, namun pemerintah pusat dan daerah akan terus berkordinasi dan komunikasi. Bisa saja kalau Pak Gubernur Lampungminta untuk dipinjam maka akan datang lagi tergantung dengan kebutuhan,” lanjutnya.

Kondisi Covid-19 di Provinsi Lampung yang sudah mulai menurun juga dibenarkan Kadis Kesehatan Provinsi Lampung, Reihana. Dia mengatakan kasus konfirmasi Covid-19 di Provinsi Lampung sudah menurun, yang nuga diikuti dengan menurunnya BOR di Provinsi Lampung.

Baca Juga:   Gubernur Lampung Dijadwalkan Ground Breaking Harbour City

“seiring dengan menurunnya kasus konfirmasi positif di ikuti dengan menurunnya BOR rumah sakit di provinsi Lampung. Namun kita masih terus waspada dan tetap berusaha untuk perluasan test tracing dan treatment juga isolasi dan karantina. Masyarakat juga harus tetap patuhi prokes dan berikhtiar dengan vaksinasi,” tandasnya. (rma/wdi)




  • Bagikan