KNKT: Tol Lampung Bikin Jenuh Pengemudi

  • Bagikan
Lakalantas menimpa minibus avanza di JTTS ruas Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung KM 183+400 Jalur B. Foto Dok. Hutama Karya
Lakalantas menimpa minibus avanza di JTTS ruas Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung KM 183+400 Jalur B. Foto Dok. Hutama Karya

RADARLAMPUNG.CO.ID-Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah menyelesaikan investigasinya guna mengetahui tingginya angka kecelakaan di tol Lampung. Tol yang dikelola PT Hutama Karya yang memiliki dua ruas yaitu Bakauheni-Terbanggibesar dan Terbanggibesar-Pematangpanggang-Kayu Agung tersebut diminta melakukan beberapa hal guna menekan angka kecelakaan.

Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahjono pada Kamis (7/10) melalui sambungan telepon seluler nya. “Kan kita kunjungan ini atas permintaan masyarakat untuk menurunkan angka kecelakaan di tol Lampung. setelah kita kunjungan kesana, kita lihat bahwa 80% angka kecelakaan karena mengantuk. Maka ada beberapa yang kami sarankan mulai dari tol di Sumatera panjang dan cenderung monoton, sehingga masyarakat jenuh,” beber Soerjanto.


Apalagi menurutnya, kondisi jalan lurus membuat pengemudi yang jalan pada malam hari merasakan mengantuk, namun panas pada siang hari. Sementara dari sisi geometri jalan sudah oke dan tidak ada masalah.

Baca Juga:   Duh, Dua Hakim di Lampung Ini Minta Ponsel ke Pihak Berperkara

“Tapi monotonnya ini buat orang jadi ngantuk. Salah satunya kita usulkan ketika di antara Bakauheni-Kalianda diberi papan Billboard wisata. Agar masyarakat pandangan nya tidak jenuh. Nanti juga dipasang juga dengan jarak tertentu untuk dipasang juga, bisa mengenai kopi Lampung,” tambahnya.

Kemudian, juga harus menarik masyarakat masuk ke rest area. Tapi ada masalah disana seperti masih belum banyak aktivitas. Sehingga masyarakat masih takut, maka harusnya ada kerjasama dengan UMKM agar masyarakat mau masuk di rest area dan tidak khawatir akan dirampok. Masalah keamanan juga harus ditingkatkan.

Dalam beberapa catatan kecelakaan, kebanyakan terjadi pada kendaraan truk. “Jadi banyak yang kecelakaan itu truk, maka kami minta di rest area kami minta ada tempat istirahat khusus untuk mobil truk, kemudian supirmya bisa mandi air anget. Dan ada bale-bale, kemudian supir bisa tidur dulu 2-3 jam, baru kemudian bisa melanjutkan perjalanan.

Baca Juga:   Nirwana Tunjukkan Sikap Loyal dan Pemimpin Matang

Selain itu, pengaturan jam pembelian tiket kapal penyebrangan di Pelabuhan Bakauheni juga akan diatur. Sehingga pemilik kendaraan tidak terburu-buru menuju pelabuhan karena persoalan tiket kapal yang sudah dibeli.

“Dan ada pengemudi ketakutan tiket penyebaran hangus di Bakauheni. Maka dari Palembang ngebut, maka dicarikan solusi dengan PT ASDP agar tidak membuat supir untuk buru-buru. Karena tiket hangus itu menjadi tanggungjawab pengemudi. Kalau kondisi jalan ya memang karena truk yang masuk over dimensi over load (ODOL), tanahnya juga labil. Tapi diluar ity semua, intinya pengemudi itu mengalami kelelahan. Dari rekomendasi ini kami harapkan secepatnya dapat di jalankan rekomendasi tersebut, agar segera terjaid penurunan angka kecelakaan di JTTS ruas Bakter dan Terpeka. Karena hal serupa juga sudah diterapkan di Tol Cipali. Alhamdulillah penurunan sampai 60% kecelakaan nya,” tandasnya. (rma/wdi)




  • Bagikan