Komisaris Utama PT Adhi Karya Tinjau Realisasi Proyek Gedung UIN RIL


Komisaris Utama PT Adhi Karya saat meninjau proyek pembangunan Kampus UIN RIL. Foto Anca/Radarlampung.co.id
Komisaris Utama PT Adhi Karya saat meninjau proyek pembangunan Kampus UIN RIL. Foto Anca/Radarlampung.co.id

Radarlampung.co.id – Komisaris Utama (Komut) PT Adhi Karya Mayjend (Purn) Doddy Usodo Hargo memantau langsung progres proyek pembangunan gedung kampus Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL), Selasa (14/12).

Doddy Usodo datang didampingi jajaran PT Adhi Karya lainnya yakni Abdul Muni selaku Komisaris Independen, Vera Kirana (Direktur QHSE dan Pengembangan), Lalu Iqbal Kamaludin (GM Departemen QHSE), Yan Arianto (GM Departemen Gedung) beserta jajaran dan lainnya.





Dodi Usodo menjelaskan apabila turun lapangan tersebut merupakan tugas utama komisaris untuk memberikan arahan dan nasihat kepada dewan direksi.

“Arahan itu kan bisa dilakukan dengan pengawasan di lapangan apakah sudah sesuai dengan progres seperti yang disampaikan direksi kepada dewan komisaris. Kita cek ke lapangan,” ujarnya kepada Radar Lampung ditemui di proyek pembangunan kampus UIN Raden Intan.

Baca Juga:   Kemenkumham Lampung Sosialisasikan Layanan AHU Pendaftaran Perseroan Perorangan

Pantauan juga dilakukan sekaligus memberikan support kepada para pekerja di lapangan. “Selain itu kita juga berikan support kepada teman-teman di lapangan. Jadi kita tahu kesulitan apa yang mereka alami sehingga kita tahu,” jelasnya.

Bila ditemukan kendala, maka komisaris kata Dodi bisa ikut membantu memberikan solusi.

“Sehingga proyek itu bisa dikerjakan berpedoman tepat waktu, tepat mutu, tepat anggaran dan tepat sasaran,” sambung Mantan Staf Khusus KASAD ini.

Dari hasil turun ke lapangan kata Doddy, pengerjaannya baik dan bahkan realisasi melebihi target yang ditetapkan. Proyek kampus UIN Raden Intan Lampung ini kata Doddy dikerjakan dengan sistem kerja sama operasi (KSO) dengan PT Brantas Abipraya dan walaupun KSO kata Doddy ternyata pengerjaannya terintegritas.

Baca Juga:   Kemenkumham Lampung Sosialisasikan Layanan AHU Pendaftaran Perseroan Perorangan

“Dan hasilnya ternyata bagus, dari progres ternyata besar realisasi. Kalau besar realisasi artinya bagus, kan ada deviasi yang plus. Sekarang realisasinya 87 persen dari rencana 79 persen. Jadi deviasinya 8 persen, lebih cepat pengerjaannya dan tidak mengabaikan mutu,” ungkapnya.

Sedangkan Tri Wijanarko, Project Manager PT Adhi Karya dalam proyek pembangunan gedung kampus UIN Raden Intan Lampung, didesain tahan gempa. Selain materialnya sesuai spesifikasi, material juga sudah lulus uji laboratorium.

“Gedung dari pengerjaan awal kita desain tahan gempa dan mengikuti material sudah sesuai spesifikasi diitung tim perencana dan pengawas. Material juga sudah lulus uji laboratorium,” ungkapnya.

Rencananya, besok (15/12), rombongan dewan komisaris PT Adhi Karya meninjau progres pembangunan Bendungan Margatiga di Lampung Timur. (nca/sur)

Baca Juga:   Kemenkumham Lampung Sosialisasikan Layanan AHU Pendaftaran Perseroan Perorangan