Komplotan Curanmor Diamankan Polsek Sukarame


Diamankan : Dua tersangka Curanmor diamankan petugas Polsek Sukarame, Bandarlampung, Kamis (28/4). Dua diantaranya Yopi (25) dan Adit (35) kedua pelaku kerap beraksi di kawasan kos-kosan Sukarame. Foto M. Tegar Mujahid/Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Polsek Sukarame berhasil meringkus komplotan dua tersangka spesialis pencurian motor (curanmor), yang kerap melakukan aksinya pada waktu subuh. Dua orang tersangka yakni inisial Yopi (25) dan Adit (35) di ringkus petugas saat hendak beraksi di Kos-Kosan Sukarame, Rabu, 27 April 2022.

Kapolsek Sukarame, Kompol Warsito mengatakan kedua warga Lampung Timur itu terpaksa kami hadiahi timah panas karena melawan petugas saat hendak di tangkap. “Sehingga kami beri tindakan tegas dan terukur, setelah itu di bawa ke Mapolsek dan di lakukan pemeriksaan,” katanya saat konferensi pers di Mapolsek Sukarame.





Ia melanjutkan dari hasil pemeriksaan kedua tersangka sudah melancarkan aksinya di wilayah hukum sukarame sebanyak tiga kali. Keduanya juga merupakan Residivis dengan kasus yang  ada di wilayah Tangerang, Banten pada tahun 2018. “Mereka ini memang spesialis subuh  antara jam 02.00 sampai 04.00 WIB, target mereka kos-kosan dan atau kontrakan,” katanya.

Modus yang di gunakan para komplotan itu yakni, sebelum melancarkan aksinya mereka berkeliling di Kota Tapis Berseri, jika sudah menemukan target waktu subuh mereka langsung beraksi. “Mereka datang berkeliling setelah itu mampir di kontrakan kawannya, sekitar pukul 02.00  dini hari keluar dan beraksi,” ujarnnya.

Mereka beraksi membawa sepeda motor berboncengan, setelah sampai kosan target, mereka merusak gembok pagar dan merusak kunci kontak motor menggunakan kunci Liter T. “Mereka bawa kabur, terakhir di Way Dadi yang sempat terekam kamera CCTV sekaligus mengambil dua unit motor Beat,” katanya.

Kedua tersangka terancam pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman maksimal tujuh tahun penjara. Barang bukti yang diamankan yakni tiga unit sepeda motor,  tiga buah kunci letter T dan satu anak magnet.

Tersangka Yopi mengaku melakukan tindakan tersebut lantaran kebutuhan ekonomi menjelang lebaran idul fitri. “Mau lebaran jadi butuh uang, buat beli baju dan lainnya,”pungkasnya. (gie/ang)