Konferensi Pemuda Muslim Internasional untuk Palestina Hasilkan Deklarasi Lampung

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Delegasi pemuda dari 17 negara berkumpul selama tiga hari di Bandarlampung untuk menyamakan persepsi dan membahas langkah nyata yang bisa dilakukan generasi muda guna membantu perjuangan kemerdekaan Palestina.

Tergabung dalam konferensi Pemuda Islam Internasional untuk Palestina sebagai diikuti 200 peserta pada 30 April-2 Mei di Balai Keratun Provinsi Bandarlampung menyetujui sebuah kesepakatan bersama yang disebut sebagai Deklarasi Lampung.

Isi Deklarasi Lampung menyoroti 7 isu utama yang menekankan pada pentingnya persatuan para pemuda sehingga mempermudah strategi perjuangan dalam mencapai tujuan utama, pembebasan Masjid Al-Aqsha dan tanah Palestina dari kolonialisme.

“Inilah saatnya kita bergerak secara bersama-sama. Perlawanan terhadap zionisme internasional adalah jihad kubra yang hanya bisa sukses dilakukan dengan cara berjamaah dan dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala,” kata Ketua Pelaksana Konferensi M. Anshorullah, Selasa (1/5).

Selain itu, Anshorullah juga menyeru para pemuda Indonesia khususnya, untuk meyakini bahwa para pemuda di tanah air memiliki potensi besar untuk mewujudkan cita-cita ini.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh beberapa organisasi yang tergabung dalam Indonesian Consortium for Liberation of Al-Aqsa (ICLA) bekerja sama dengan provinsi Lampung. Selain menghadirkan para pembicara internasional, konferensi juga menampilkan sastrawan tanah air asal Lampung Isbedy Stiawan ZS.

Konferensi merupakan salah satu dari rangkaian berbagai kegiatan Tabligh Akbar 1439 yang diselenggarakan oleh Jamaah Muslimin (Hizbullah) yang berlokasi di Natar, Lampung.

Baca Juga:   Amankan 18 Karung Daging Celeng

Selain konferensi, festival dalam menyambut bulan Suci Ramadhan yang sebentar lagi akan mulai juga akan diselenggarakan selama kegiatan Tabligh Akbar berlangsung pada 30 April – 6 Mei. Adapun rangkaian kegiatan di dalamnya adalah: Temu Ulama (4-5 Mei), Pekan Olahraga dan Seni Pondok Pesantren (1-3 Mei), Expo Dunia Islam (1-5 Mei), Bazar Sya’ban (1-5 Mei), Temu Muslimat (4-5 Mei), Dialog Lintas Generasi (4 Mei), Bakti Sosial Kesehatan dan Pendidikan (4-5 Mei), Parade Ukhuwah Al-Fatah Resque/UAR (2 Mei), dan Tabligh Akbar (5-6 Mei) yang akan menjadi puncak kegiatan dengan menghadirkan para ulama tanah air dan internasional.

Kegiatan ini merupakan program rutin tahunan yang diselenggarakan Jamaah Muslimin (Hizbullah) dengan mitra nasional dan internasional dalam rangka mempererat ukhuwah menjelang bulan suci Ramadhan. Tahun ini, merupakan kali pertama kegiatan diselenggarakan di Lampung, setelah kegiatan rutin biasa diselenggarakan di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat. (rlo/gus)

Deklarasi Lampung 1439H untuk Gerakan Pemuda Sedunia Pembebasan Al Aqsa dan Palestina sebagai berikut:

  • Al Quds (Jerusalem) adalah ibukota abadi Negara Palestina. Pembebasan Al Quds (Jerusalem), Masjid Al Aqsa dan rakyat Palestina dari belenggu penjajahan adalah kewajiban kolektif umat Islam di seluruh dunia yang digariskan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan seharusnya dilaksanakan melalui gerakan yang bersatu padu di bawah kepemimpinan yang mengikuti jejak Kenabian.
  • Pemuda muslim adalah bagian kokoh umat Islam yang harus menjadi garda terdepan dalam perjuangan membebasan Al Aqsa dan rakyat Palestina.
  • Pemuda muslim di seluruh dunia harus menyatukan langkahnya sebagai inisiatif nyata untuk mewujudkan kesatuan ummat menuju terbebaskannya Al Aqsa dan Palestina.
  • Menegaskan bahwa masjid adalah pusat pergerakan Pemuda dan Mihrab sebagai titik awal kebangkitan.
    Mendukung keteguhan bangsa Palestina serta menguatkannya dengan berbagai cara.
  • Kami menyeru untuk membentuk konsorsium internasional bagi pemuda Muslim internasional sebagai wadah gerakan pemuda untuk membebaskan al Quds dan Palestina, konsorsium ini merupakan badan tingkat dunia yang secara aktif membangun komunikasi dan kerjasama antara pemuda Muslim secara individu atau organisasi dan menghimpun berbagai potensi kepemudaan sebagai kekuatan utama untuk meraih kembali kejayaan Islam dan Muslimin.
  • Kami menyatakan penolakan tegas terhadap penetapan Al Quds sebagai Ibukota Israel dan kami menyeru masyarakat Islam untuk melawan keputusan Amerika yang semena-mena atas pemindahan kedutaan besarnya ke Al Quds.
  • Kami menyatakan dukungan atas gerakan massal kembali ke tanah air Palestina (great return march) dan kami menuntut penghentian blokade terhadap Jalur Gaza.
  • Kami bertekad menjadikan Al Quds sebagai tempat penyelenggaraan konferensi pemuda sedunia pada tahun 1443H/2021M.

Bandarlampung, 15 Sya’ban 1439H./ 2 Mei 2018 M




  • Bagikan