Kopi Bola Dunia Mulai Gunakan Gas Bumi PGN

  • Bagikan
Gagas Energi Indonesia sebagai anak perusahaan PGN melakukan Gas In untuk konsumen. Foto PGN For Radarlampung.co.id

Radarlampung.co.id – PGN melalui anak perusahaannya, PT Gagas Energi Indonesia telah mulai memperkenalkan Compress Natural Gas (CNG) atau yang juga dikenal sebagai gas alam terkompresi, kepada dunia industri.

Hal ini karena, CNG dipercaya akan memberikan sejumlah benefit besar bagi dunia industri, khususnya dalam efisiensi penggunaan.


Kopi Bola Dunia, merupakan salah satu industri yang kini telah beralih menggunakan CNG sebagai bahan bakar alternatif. Kopi Bola Dunia juga telah dikenal di kalangan masyarakat sebagai kopi bubuk tertua dan legendaris, yang sudah ada sejak tahun 1911.

Pemilik Kopi Bola Dunia generasi keempat, Lucas Sukianto mengatakan bahwa kopi sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Terlebih lagi, saat ini semua kalangan dapat menikmati kopi dengan berbagai cara, mulai dari kopi instan seduh, hingga kopi yang diracik khusus.

Bagi penikmat kopi, tentu saja kopi Lampung merupakan salah satu kopi yang terkenal akan kualitasnya. Sebagai kopi tertua maka kualitasnya selalu dijaga, tidak heran kopi Bola Dunia terus eksis hingga saat ini. Begitupun dengan pemilihan bahan bakar yang digunakan untuk mengeringkan kopi.

Baca Juga:   Bank bjb Dukung Program Beli Bali untuk Bangkitkan UMKM

“Dengan menggunakan gas bumi, hasil kopi kami lebih baik karena minimnya sisa pembakaran yang dapat mempengaruhi kualitas kopi yang dihasilkan, dan kami juga memperoleh efisiensi karena harganya jauh lebih murah dibanding LPG,” tutur Lucas, Kamis (21/3).

Menurutnya, dengan menggunakan gas bumi selain rasa kopinya lebih nikmat, dia juga merasakan nikmatnya memperoleh efisiensi sekitar 20-30 persen per bulan. Dari efisiensi ini pihaknya dapat mengembangkan bisnis di antaranya, dengan membuka kedai kopi di daerah teluk, yaitu Kedai Kopi 1911.

Sales Area Head PGN Lampung, Mochamad Arif menambahkan, hingga saat ini, CNG sudah banyak digunakan di sektor industri dan sektor komersial di Cilegon, Serang, Jakarta, Bekasi, Bogor, Sukabumi, Surabaya, dan Bandung.

Baca Juga:   Sinergi Terbentuk ! Simak Strategi BRI Pacu Ekosistem Ultra Mikro 

“Kini tersedia juga di Bandarlampung, gas bumi ini di distribusikan melalui trucking dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) ke lokasi pelanggan. CNG merupakan salah satu solusi bagi pelanggan yang ingin menggunakan gas bumi PGN namun belum tersedia infrastruktur pipa gas di lokasinya,” katanya.

Ia melanjutkan, pemanfaatan CNG di kota Bandarlampung ini diharapkan akan semakin meningkat seiring dengan peningkatan kesadaran para pelaku UMKM terhadap makin mudahnya ketersediaan gas bumi CNG untuk bahan bakar.

“PGN melalui PT Gagas Energi Indonesia sebagai subsidiary, juga akan terus meningkatkan perluasan pemanfaatan gas bumi bagi pelaku industri maupun UMKM di luar sektor infrastruktur pipa,” pungkasnya. (ega/kyd)




  • Bagikan