Korban Covid-19 Anak Yatim, Sekkab Instruksikan Dua OPD

  • Bagikan

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Lampung Utara (Lampura), tengah mempersiapkan mekanisme, terkait bantuan sosial yang akan diberikan kepada anak yatim korban covid-19.

Untuk itu, Sekdakab, Lekok memerintahkan Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial guna mencarikan solusi dalam menanggulangi masalah itu. Sebab, menurutnya, telah menjadi perhatian pusat dan provinsi.


“Inikan sudah ada instruksinya, akan kita coba carikan solusinya. Saya perintahkan BPBD sebagai leading sektornya berkoordinasi dengan dinas sosial untuk mencarikan solusi, “kata dia di ruangannya usai memimpin rapat gabungan dalam rangka percepatan vaksinasi, Rabu, (13/10).

Sebab, lanjutnya, itu anggarannya masih tersedia. Sehingga dapat dicarikan solusi, khususnya mereka yang benar-benar membutuhkan menjadi yatim akibat orang tuanya meninggal dunia akibat covid-19.

“Anggarannya kan ada, tinggal bagaimana mekanismenya saja, “terangnya.

Mengingat, Lampura menanggarkan masalah penanganan covid, baik itu melalu refocusing maupun BTT. Sehingga, dimungkinkan untuk direalisasikan pada anak yatim yang menjadi korban covid-19.

“Memang hanya ada dua dinas yang melaksanakan kegiatan dalam BTT maupun refocusing tahun ini, untuk masalah personil ada di BPBD dan kesehatan ada di dinas kesehatan. Sejauh ini, tak ada peruntukkannya kesana, sehingga harus dibahas terlebih dahulu, “kata Kepala BPBD Lampura, Nozi Efialis menimpali tanggapan Sekdakab Lekok.

Baca Juga:   Gelar Vaksinasi Massal di PTPN VII Way Berulu

Untuk masalah koordinasi dengan dinas sosial, Nozi mengungkapkan pihaknya telah sering seperti masalah warga terpapar disana yang diminta pihak dinas sosial.

“Kalau memang memungkinkan, ya kita siap saja menjalankannya. Oleh karena itu, kami akan berkoordinasi terlebih dahulu terhadap konteks bantuan pemerintah daerah yang dapat diberikan terhadap korban covid-19, “terangnya.

Sebab, kata dia, sampai dengan saat ini pembiayaan yang ada disana dilaksanakan hanya sebatas masalah akomodasi personil satgas dan bantuan sosial terhadap pasien yang melaksanakan isolasi mandiri.

Sebelumnya, sebanyak 61 anak yatim dan piatu yang orang tuanya meninggal akibat covid-19 terdata di Dinas Sosial Kabupaten Lampura. Sehingga diajukan untuk mendapatkan bantuan yatim korban covid, dari pusat.

Menurut Kepala Dinas Sosial, Eka Dharma Thohir data tersebut berasal dari dinas kesehatan yang dijadikan satu pintu guna diajukan untuk menerima bantuan sosial tunai dari pemerintah.

“Saat ini kira tengah melakukan verifikasi, untuk pengajuan mendapat bantuan yatim korban covid, “kata mantan Kabag Umum DPRD Lampura itu.

Baca Juga:   Gerakan Pramuka Mesuji harus Mengambil Peran dalam Penanganan Covid 19

Dari jumlah tersebut, sampai dengan saat ini tim telah melakukan verifikasi vaktual terhadap data yang diterima dari dinas kesehatan itu. Untuk ditindak lanjuti, mulai dari proses pendataan pada aplikasi Virtusee sampai validasi dilapangan. Guna mendapatkan data akurat, sesuai dengan peruntukkannya.

“Bantuan ini sama dengan bantuan sosial lainnya, baik itu bst covid, prosam maupun PKH. Ada kualifikasi khusus disini, seperti ditemukan misalnya ada ibunya PNS meninggal tapi ayahnya punya usaha dan anak itu masih ditanggung. Maka itu akan dicoret, “kata Kabid Rehabilitasi Sosial, Dinas Sosial, Heri didampingi Kasi, Widya dan Sakti Peksos Kemensos-RI, Ajeng Sri Aksara dikantornya.

Pihaknya tidak menutup kemungkinan menerima pendaftaran dari korban yang luput di dinas kesehatan. Agar dapat diupayakan menerima bantuan korban yatim covid dari pemerintah itu.

“Kalau data yang kami terima, ya baru segitu. Tapi untuk disini, kami masih membuka bila ada masyarakat yang mengadu kesini. Insyallah, tetap kita akomodir, “tambah Kasi Rehabilitasi, Bidang Rehabilitasi Sosial, Dinsos Lampura, Widya.(ozy/yud)




  • Bagikan