Korban Lari, Begal Bawa Kabur Motor

  • Bagikan
Tiga tersangka pencurian dengan kekerasan yang diamankan anggota Polsek Seputihmataram, Lampung Tengah, Jumat malam (26/4). FOTO DOKUMENTASI POLSEK SEPUTIHMATARAM
Tiga tersangka pencurian dengan kekerasan yang diamankan anggota Polsek Seputihmataram, Lampung Tengah, Jumat malam (26/4). FOTO DOKUMENTASI POLSEK SEPUTIHMATARAM

radarlampung.co.id – Anggota Polsek Seputihmataram, Lampung Tengah menangkap tiga tersangka pencurian dengan kekerasan (curas), sekitar pukul 23.00 WIB, Jumat (26/4). Mereka adalah Suyetno (27), warga Kampung Terbanggimulya, Kecamatan Bandarmataram; I Ketut Tiarke  (35), warga Kampung Dharmaagung dan I Made Karya (34), warga Kampung Wirataagung, Kecamatan Seputihmataram.

Kapolsek Seputihmataram Iptu Setio Budi mengatakan, ketiga tersangka diduga terlibat pembegalan dengan korban M. Tobrani (25), warga Kampung Nambahdadi, Kecamatan Terbanggibesar. Motor Honda BeAT BE 4144 VI milik korban dirampas saat melintas di jalan raya Kampung Jatidatar, Kecamatan Bandarmataram, Rabu (27/2).

”Awalnya korban dibentak dan diminta berhenti. Namun ia terus melaju. Karena gugup, korban terjatuh dan lari meninggalkan motor. Motor tersebut kemudian dibawa salah seorang pelaku ke arah jalan lintas timur,” kata Setio Budi mewakili Kapolres Lamteng AKBP I Made Rasma Jemy, Sabtu (27/4).

Baca Juga:   Motor Korban Raib Saat Makan Siang

Kasus ini dilaporkan dan polisi melakukan penyelidikan. ”Kita tahu pelakunya. Kita mengetahui salah seorang tersangka bernama Suyetno ada di seputaran jalan raya Pasar Mandala, Kecamatan Bandarmataram. Kita kejar dan tangkap di jalan raya Kampung Jatidatar tanpa perlawanan,” ujarnya.

Setio menuturkan, berdasar pengakuan Suyetno, motor dijual kepada I Made Karya dengan perantara I Ketut Tiarke seharga Rp4,3 juta. “Kita tangkap perantara dan penadah motor hasil curian. Ketiganya dibawa ke Mapolsek Seputihmataram guna pemeriksaan lebih lanjut,” ungkapnya.

Dilanjutkan, Suyetno juga mengaku beraksi bersama Sastra. Ia merupakan residivis yang sudah lima kali masuk keluar penjara. ”Sastra sekarang sudah diamankan Polresta Metro dalam kasus curanmor. Kalau Suyetno, pengakuannya baru satu TKP,” sebut dia. (sya/ais)

Baca Juga:   Pendamping PKH dan TKSK Dapat Kendaraan Operasional

 




  • Bagikan