Korban Pencabulan Ayah Tiri Ingin Kembali Sekolah, Siapa Mau Membantu?

  • Bagikan
        NS (12) bersama ibunya ST (46), usai mengikuti sidang, Selasa (30/7). Remaja asal Batuketulis, Lampung Barat ini menjadi korban pencabulan ayah tirinya. FOTO EDI PRASETYA/RADARLAMPUNG.CO.ID  
        NS (12) bersama ibunya ST (46), usai mengikuti sidang, Selasa (30/7). Remaja asal Batuketulis, Lampung Barat ini menjadi korban pencabulan ayah tirinya. FOTO EDI PRASETYA/RADARLAMPUNG.CO.ID  

radarlampung.co.id – Kondisi psikologis NS (12), warga Batuketulis, Lampung Barat yang dicabuli ayah tirinya mulai membaik. Bahkan, bocah yang menginjak remaja ini berkeinginan melanjutkan sekolah, setelah sempat terputus saat dirinya duduk di kelas 3 SD.

”Kalau memang ada rezeki, pengin kembali ke sekolah. Tapi dengan kondisi ibu yang seperti itu, siapa nanti yang akan membiayai kebutuhan sekolah. Untuk hidup sehari-hari saja susah,” kata NS usai menghadiri sidang, Selasa (30/7).

ST (45), ibu NS, membenarkan anaknya sudah lama ingin sekolah. Namun dana menjadi kendala. Apalagi ia mengalami cacat pada tangan kanan setelah menjadi korban kebakaran.

”Dulu memang tidak boleh sekolah sama ayahnya. Jadi terpaksa berhenti waktu kelas 3 SD. Tapi sekarang ia ingin kembali sekolah. Kalau memang ada bantuan dari pemerintah, kami sangat berterima kasih,” kata ST.

Baca Juga:   Tujuh Daerah di Lampung Ini Berstatus Zona Merah Covid-19

Ibu dari tiga anak ini mengungkapkan, dengan keterbatasan fisiknya saat ini, sulit untuk mencari biaya sekolah. ”Untuk makan sehari-hari saja, numpang dengan saudara. Belum lagi memenuhi kebutuhan anak saya yang baru lahir,” sebut dia.

Sementara Peratin Batukebayan Murtoyo mengatakan, proses kasus ini sudah memasuki tahap persidangan. Disamping terus melakukan pendampingan, pihaknya juga berupaya menyekolahkan kembali NS.

”Kami akan koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan pihak terkait agar NS bisa kembali sekolah,” kata Murtoyo.

Diketahui, NS mejadi korban kebiadaban Didi (25), ayah tirinya. Ia dicabuli lelaki bejat itu hingga tujuh kali. Bahkan, Didi pernah melakukan perbuatan tidak senonoh itu saat istrinya sedang menjalani perawatan usai melahirkan.

Baca Juga:   Polresta Pantau Ketersediaan Obat-obatan dan Multivitamin Penderita Covid-19

Kapolsek Sekincau Kompol Suharjono mewakili Kapolres Lampung Barat AKBP Doni Wahyudi mengatakan, Didi ditangkap, Selasa (23/4). Awalnya, pihaknya mendapat laporan kekerasan dalam rumah tangga (KdRT). Dalam penyeldikan, diketahui bahwa NS menjadi korban pencabulan. (edi/ais)




  • Bagikan