Korban Pengeroyokan Mahasiswa UIN Lapor Polisi

  • Bagikan

RADARLAMPUNG.CO.ID – Aksi pengeroyokan yang terjadi di kantin Universitas Islam Indonesia (UIN) Raden Intan Lampung, pada Senin (25/10) sore, berbuntut panjang.

Pasalnya, korban yang bernama Ibu Rahul (18) akhirnya memutuskan untuk melaporkan hal tersebut ke Polresta Bandarlampung, pada Rabu (27/10). Laporan tersebut tertuang dalam surat nomor LP/B/2399/X/2021/SPKT/POLRESTA BANDAR LAMPUNG.


Kepada wartawan, Ibnu menjelaskan, perkelahian tersebut bermula dari sebuah kesalahpahaman. Menurutnya, saat itu dia datang ke UIN Raden Intan Lampung untuk mengunjungi teman-temannya.

Korban sendiri diketahui merupakan salah satu mahasiswa baru di Universitas Muhammadyah Lampung (UML).

“Waktu itu saya datang ke UIN dengan teman saya. Kami boncengan. Kemudian nyalip motor dia (salah satu pelaku, red),” jelasnya.

Tidak terima disalip, salah satu pelaku kemudian menegur korban sambil berteriak. “Dia bilang, pelan-pelan bang. Terus saya jawab, iya bang. Dari situ dia bilang lagi, kok ngotot? Bocil lu,” katanya menirukan.

Hal tersebut kemudian menimbulkan cek-cok diantara keduanya. Hingga akhirnya Ibnu dan salah satu temannya sampai di kantin yang menjadi lokasi pengeroyokan.

Baca Juga:   KPK Periksa Anggota DPRD Lampura

Saat itu, Ibnu mengatakan, pelaku sengaja membututinya hingga ke parkiran kantin. “Dia bilang di semester 9. Disitu saya tanya, dia mau lanjut atau mau selesain secara damai. Tapi dia bilang lanjut aja,” tambahnya.

Lantaran itu, Ibnu mengaku sempat memukul pelaku lebih dulu. Saat itu pelaku kemudian pergi dan Ibnu memutuskan untuk minum di kantin bersama teman-temannya.

Namun, selang beberapa lama, pelaku kembali lagi dan membawa rombongan. Saat itu teman-teman Ibnu yang lain sempat kabur, sementara Ibnu terkepung di dalam kantin dan dipukuli.

“Dia (pelaku, red) balik lagi ke kantin bawa teman-temannya. Sekitar 50-an orang. Saya dan teman saya hanya ber-enam. Tapi mereka sempat kabur, tinggal saya sendiri dan teman saya satu,” jelasnya.

Tidak hanya menggunakan tangan kosong, kata Ibnu, para pelaku juga memukul korban dengan menggunakan kursi dan gelas yang ada di kantin.

Lantaran dikeroyok, Ibnu yang sempat tidak sadarkan diri akhirnya dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Atas kejadian itu, korban mengalami sejumlah luka memar dan luka dibagian kepala.

Baca Juga:   Azis Syamsuddin Segera Disidang di PN Jakarta Pusat

“Teman saya satu lagi juga sempat dipukuli karena dia melindungi saya. Tapi dia sudah nggak apa-apa, hanya badannya katanya sakit-sakit,” katanya.

Sementara itu, Amin Fauzi, perwakilan keluarga korban mengatakan, pihak keluarga akhirnya memutuskan melaporkan perkara tersebut ke kepolisian lantaran tidak ada itikad baik dari para pelaku.

“Kami dari pihak korban dan keluarga sudah menanti sejak dua hari yang lalu. Tapi memang tidak ada itikad baik dari mereka. Sehingga kami memutuskan untuk melaporkan hal ini ke pihak berwajib,” katanya.

Dia mengatakan, saat terjadi aksi pengeroyokan tersebut, korban sempat pingsan hingga dilarikan ke RSUDAM untuk menjalani perawatan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban mengalami luka dibagian kepala dan lain-lain.

Dia juga berharap dengan adanya laporan tersebut, polisi dapat mengungkap para pelaku yang terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut.

“Karena ini sifatnya pengeroyokan, maka kami tidak bisa mengenali satu per satu. Harapannya dengan kami membuat laporan ini, bisa diketahui siapa inisiator pengeroyokan itu dan siapa saja yang terlibat. Untuk kemudian agar kami lanjutkan ke jalur hukum,” tandasnya. (Ega/yud)





Baca Selengkapnya...





  • Bagikan