Korban Penggusuran di Sukarame Sebelumnya Tak Diberitahu

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Sebagian warga Kampung Pasar Griya, Sukarame, yang rumahnya mengalami penggusuran mengaku hanya mendapat selebaran surat foto kopian untuk ditandatangani dan diminta mengosongkan rumah yang dihuni warga.

“Kami hanya menerima surat foto copian, dalam surat itu kami diminta dalam waktu tujuh hari untuk mengosongkan tempat ini dan kami juga di minta tanda tangan,” ujar Sari, salah satu warga, Jumat, (20/7).

Sari mengatakan, sebelum mendapat surat foto kopian tersebut, warga juga sempat didata dan dimintai tandatangan. Namun, warga tidak mengetahui data itu digunakan untuk apa.

“Kami sempat didata, kami kira data untuk memberikan sembako, terus kami diminta tandatangan, ya kami menurut saja. Bahkan anak-anak juga dimintai tandatangan, itu satu bulan yang lalu. Saya juga lupa orang itu dari mana,” paparnya.

Baca Juga:   Langgar Prokes, Polisi Bubarkan Pesta Pernikahan

Hal senada diungkapkan Dudi Damuri (55) warga lainnya mengaku terkejut dengan adanya penggusuran yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Bandarlampung.

“Saya baru tahunya ternyata lahan ini akan di bangun menjadi Kantor Kejaksaan Tinggi Negeri (Kejari) oleh Pemkot,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan penggusuran Kampung Pasar Griya, di Jalan Pulau Sebesi, Sukarame, Bandarlampung mendapat perlawanan dari warga, Jumat, (20/7). (ndi/ang)




  • Bagikan