KPPU Cegah Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat di Mesuji

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Adanya dugaan praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat di Kabupaten Mesuji, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Wilayah II Sumbagsel menyambangi pemerintah setempat.

Kepala Kantor Wilayah II KPPU Sumbagsel, Wahyu Bekti Anggoro mengatakan, salah satu Tugas dan Fungsi KPPU secara umum  adalah mencegah adanya praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat serta Menciptakan Iklim Usaha yang Kondusif.

“Kewenangan kami juga menampung pengaduan dari pelaku usaha dan masyarakat. Pengaduan dapat disampaikan melalui Email atau datang langsung ke Kantor Kami di Bandarlampung. Nanti akan kami tindaklanjuti pengaduan itu,” ugkap Wahyu, Selasa (8/6).

Dia melanjutkan, saat ini, dirinya sedang mengkaji pengaduan atas dugaan Oligopsoni oleh Perusahaan Pengolahan Tapioka di Lampung, sehingga dirinya berjanji dalam waktu dekat akan ada keputusan atas pengkajian itu. “Kami Sedang mengkaji dan akan segera diputuskan,” ujarnya.

Baca Juga:   Pemkab Mesuji Layani 2.368 Akseptor

Sementara Bupati Mesuji, Saply TH berharap, Paparan dan Audiensi ini dapat menambah khasanah keilmuan terkait persaingan usaha dan anti monopoli.

“Karakteristik Wilayah Mesuji ini di didominasi oleh Perkebunan, sehingga hubungan Antara petani dan perusahaan sudah lama terjalin, dengan kehadiran KPPU disini, diharapkan tidak ada praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, terungkap beberapa permasalahan Persaingan Usaha yang ada di Kabupaten Mesuji, diantaranya Fluktuasi Harga Ubi Kayu, Bagi Hasil Koperasi Plasma Sawit dan Persoalan Selisih Harga CPO dari harga yang sudah ditetapkan. (muk/yud)



  • Bagikan