KPPU Kaji Potongan Kadar Aci Singkong

  • Bagikan
Kepala KPPU Wilayah II, Wahyu Bekti Anggoro. Foto : Rima Mareta/radarlampung.co.id

radarlampung.co.id – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Wilayah II, turut hadir dalam rapat dengar pendapat yang digelar DPRD Provinsi Lampung dalam menyikapi harga singkong yang tak kunjung turun saat ini.

Kepala KPPU Wilayah II, Wahyu Bekti Anggoro mengatakan, KPPU telah mengkaji persoalan singkong di Lampung sejak 8 bulan lalu. Salah satu kajian yang tengah difokuskan mengenai refaksi atau potongan kadar aci dalam produk singkong dan bonggol singkong.


“Pertama tidak terdapat peraturan terkait refaksi sehingga saat ini belum terdapat peraturan ditingkat pusat dan daerah terkait refaksi. Tidak terdapat pedoman yang memberikan metode dan standar kerja dalam pengukuran refaksi. Ketiga setiap pabrik memiliki metode refaksi yang berbeda-beda,” jelas Wahyu dalam kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Komisi DPRD Provinsi Lampung, Senin (8/3).

Baca Juga:   Singgung Nasib Karyawan, Ini Curhatan H. Sony Kala Semua Gerai Bakso Sony Ditutup

Lebih lanjut Wahyu mengatakan, pengukuran refaksi yang tidak obyektif dari semua pabrik yang berbeda. Sebab, dampak pengukuran refaksi yang tidak objektif ini dinilai sama oleh pabrik, baik atau buruknya hasil panen ubi kayu yang dihasilkan oleh petani.

“Maka, dengan potongan refaksi yang sama yang kemudian efeknya adalah mendorong petani yang ada di provinsi Lampung untuk memanen budidaya ubi kayu asalan dan belum memenuhi umur panen. Selain merugikan petani, kondisi ini sebetulnya juga merugikan pabrik karena biaya produksi akan meningkat dan bahan baku yang digunakan adalah bahan baku asalan. Selanjutnya, kondisi tersebut juga menurunkan citra kualitas ubi kayu di provinsi Lampung,” bebernya.

Baca Juga:   Orang Tua dr.Restu Pamanggih Sempat Shock dengar Kabar Anaknya




  • Bagikan