Krisis Air Bersih di Sripurnomo Harusnya Selesai Dengan Dana Desa!

  • Bagikan
ILUSTRASI/FOTO NET

radarlampung.co.id – Krisis air bersih yang kerap terjadi di Pekon Sripurnomo, Kecamatan Semaka, mendapat perhatian anggota DPRD Tanggamus. Di mana, persoalan tersebut sebenarnya bisa diatasi jika pemerintah pekon menggulirkan program bantuan air bersih yang anggarannya berasal dari dana desa (DD).

“Sebenarnya bisa saja pemerintah pekon berinisiatif menganggarkan program air bersih menggunakan dana desa. Sifatnya kan, sangat mendesak dan dibutuhkan warga,” Ahmadiyan, salah seorang anggota DPRD Tanggamus.

Politisi Partai Demokrat ini menyampaikan, dalam menentukan prioritas dana desa, pemerintah pekon semestinya mendahulukan kepentingan yang lebih mendesak, lebih dibutuhkan dan berhubungan langsung dengan kepentingan masyarakat. Hal itu sesuai dengan Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 16/2018 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2019.

“Ya, semestinya air bersih itu bisa diprioritaskan. Sebab merupakan salah satu kebutuhan dasar yang harus terpenuhi. Kalau saran saya sih, lakukan musyawarah lagi dengan warga. Jagan sampai nanti asik bangun infrastruktur, giliran musim kemarau, bingung cari air bersih di mana,” tegasnya.

Dilanjutkan, jika program bantuan air bersih tidak bisa tercover menggunakan dana desa, maka kepala pekon bisa mengajukannya ke Pemkab Tanggamus. “Kalau memang nggak tercover, kirim saja proposal ke dinas terkait. Nanti kami bantu dorong. Terpenting, warga di sana (Sripurnomo, Red) tidak kesulitan air bersih lagi,” ucapnya.

Diketahui, warga Pekon Sripurnomo, Kecamatan Semaka, kesulitan mendapatkan air bersih. Kondisi tersebut sudah berlangsung sejak lama.

Kepala Dusun I Pekon Sripurnomo Sutarno mengatakan,  untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga biasanya mengandalkan air sungai. Sebab, sumur milik warga sering kekeringan, terlebih jika musim kemarau.

“Dari dulu, warga di sini kesulitan air bersih. Apalagi kalau musim kemarau. Sumur pada kering. Jadi terpaksa ngambil air sungai untuk mandi dan nyuci, ” katanya. (uji/ehl/ais) 

 

 

 




  • Bagikan