Kritik Pemkab Lampura, Mantan Asisten III Minta Maaf

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Paska dicopotnya jabatan sebagai Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Pemkab Lampung Utara (Lampura), Efrizal Arsyad akhirnya meminta maaf kepada Pemerintah Daerah, dalam hal ini Sekda dan Bupati Lampura, Jum’at (30/4).

Selain non-job, mantan Asisten III ini, mendapat somasi dari Pemkab Lampura, tentang pernyataannya yang sempat viral di sejumlah Medsos beberapa hari ini.

Mendapatkan hal itu, Efrizal Arsyad, langsung membuat video untuk mengklarifikasi pernyataannya. Efrizal sebelumnya menyebut pemerintahan Bupati Lampura, Budi Utomo terburuk sepanjang 36 tahun karir kepegawaiannya.

Selain itu, ia menyatakan telah terjadi jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Lampura. Ia juga mengatakan bupati dan Sekkab Lekok jarang ngantor.

Baca Juga:   Lampura Turun Jadi Zona Orange, Mayarakat Tetap Diingatkan Prokes Ketat

“Saya meminta maaf kepada pemerintah daerah, dalam hal ini kepada Sekdakab dan Bupati Lampura. Pernyataan yang sempat viral itu, merupakan rekayasa dari Allah SWT,” tuturnya.

Ia menerangkan pernyataan ini spontan dilontarkannya kepada para awak media setelah salat zuhur di lingkungan Masjid pemkab setempat. “Saya juga saat ini telah menerima konsekuensinya dengan dinonjobkan sebagai Asisten III,” paparnya.

Demikian pula soal jual beli jabatan yang ia sampaikan. Efrizal mengaku hal ini sebagai spontanitas dan bisa dinyatakan sebagai hal yang tidak benar. “Semuanya tidak benar. Sekali lagi, saya atas nama pribadi memohon maaf sebesar-besar tentang pernyataan saya itu,” pungkasnya (ozy/yud).




  • Bagikan