KSOP Deatline APBMI Terkait Polemik Tarif Bongkar Muat Pelabuhan Panjang

  • Bagikan

RADARLAMPUNG.CO.ID – Penyelesaian polemik tarif bongkar muat di Pelabuhan Panjang terus dikejar Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Panjang. Selangkah lebih maju, Rabu (9/6) siang, pengurus Koperasi TKBM menginisiasi pertemuan yang turut dihadiri Kesahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Panjang –selaku pembina.

Memanfaatkan momen tersebut, DPC Federasi Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (F-SPTI) Pelabuhan Panjang meminta KSOP segera mengambil kebijakan solusi atas tuntutan para buruh. Yakni penerapan ongkos layak bongkar muat sesuai kesepakatan.

Ketua DPC F-SPTI Ghozali menuturkan, di lapangan faktanya kesepakatan ongkos layak bongkar muat tidak terealisasi. “Selama ini buruh tidak merasakan upah yang sebenarnya, kami bukan diam tapi sabar. Jangan sampai ini jadi bom waktu yang meledak,” kata Ghozali, di sela-sela rapat dengan KSOP dan Koperasi TKBM, di RM Bukit Mega Raya, tersebut.

Baca Juga:   Unila-PT Gaido Kerjasama Cegah Pengangguran Terdidik

Soal tarif, kata dia, sudah terjalin kesepakatan dengan Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI). Kini, buruh ingin ada perubahan sesuai kesepakatan yang berlandaskan
KM 35 tahun 2007 tersebut.

Sementara, Ketua Koperasi TKBM Pelabuhan Panjang Agus Sujatma Surnada menilai, permasalahan tarif bongkar muat ini muncul salah satunya lantaran kurangnya kontrol APBMI terhadap PBM. Yang kemudian memicu perang tarif yang berimbas buruk pada buruh.

“Ini juga karena pengusaha yang tidak komitmen dan tidak menjalankan kesepakatan yang sudah ditetapkan. Perang tarif antar PBM, akibat pemilik barang mentenderkan pekerjaan di pelabuhan. Makanya pemilik barang jangan sembarangan menetapkan harga,” tegas Agus.

Pada diskusi tersebut, Kabid Lala KSOP Panjang Hot Marojahan menekankan, pemerataan upah tarif bongkar muat wajib benar-benar dibuat supaya para buruh tidak kecewa. “Yang jelas semua harus menunjukkan komitmen bersama, kami dari pelabuhan berharap persoalan ini bisa dituntaskan dan dirapatkan bersama, sehingga buruh tidak dirugikan. Intinya kita ingin adanya kesepakatan dan konsekwensi,” ungkapnya.

Baca Juga:   Ayo, Cegah Penyalahgunaan Narkoba dengan Terapkan Nilai-nilai Pancasila

Ya, pada kesempatan itu, disepakati akan ada pertemuan lanjutan. Yang mana, KSOP meminta pada pertemuan berikutnya APBMI telah menyatukan suara terkait solusi polemik tarif tersebut.

Ditambahkan Plt. Kepala KSOP Pelabuhan Panjang Hendri Ginting, keluhan para buruh wajib segera dicarikan solusi. “Intinya bagaimana supaya kesepakatan yang selama ini dibuat dapat dilakukan sesuai dengan yang sudah disepakati, gitu saja. Kita perlu berikan kesempatan kedua belah pihak untuk menyelesaikan permasalahan bersama, nanti kita final KSOP di depan. Mudah-mudahan kalau melihat dari auranya saya kira sudah, tinggal tunggu realisasi atas kesepahaman, itu paling penting,” tandasnya.

Sementara, perwakilan APBMI Umar Jailani mengatakan, pihaknya akan segera mendiskusikan permasalahan tersebut bersama para PBM. Hasil pembahasan, bakal dibawa pada pertemuan yang kembali dijadwalkan Kamis (17/6) depan.

Baca Juga:   Pedagang Kios Al-Furqon Keberatan Bergantian Tempat dengan Pedagang Malam

“Pada dasarnya kontrol pengawasan tetap akan kami lakukan. Dan ini kami akan rapatkan masalah ini untuk kemudian dibicarakan bersama dengan para pihak terkait,” tandasnya. (rls/sur)



  • Bagikan