Kualitas Petik dan Olahan, Jadi Solusi Atasi Rendahnya Harga Kopi

  • Bagikan
PAROSIL MABSUS

radarlampung.co.id – Sejumlah program dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat untuk mengatasi fluktuasi harga kopi yang menjadi masalah klasik petani. Terutama saat panen raya.

Melalui upaya tersebut, diharapkan kopi Robusta Liwa (Korola) yang menjadi andalan kabupaten ini bisa bersaing di pasaran.

”Bicara masalah harga kopi, tentu kita bicara secara luas. Termasuk tidak terlepas dari hukum ekonomi. Ini juga terkait harga kopi yang fluktuatif mengikuti harga dunia. Karena itu, kita harus mampu bersaing dengan berbagai negara penghasil kopi,” kata Bupati Lambar Parosil Mabsus.

Persaingan tersebut, terus Parosil, terjadi dari sisi produktivitas maupun mutu kopi. ”Di sini, pemerintah daerah berperan menawarkan solusi kepada para petani untuk peningkatan mutu. Salah satunya dengan cara petik merah dan penjualan dengan olahan lainnya untuk mendapatkan harga yang berbeda. Misalnya olahan kopi bubuk dengan varian rasa, parfum atau olahan berbahan baku kopi lainnya,” urainya.

Baca Juga:   Petani Gembira, Harga Karet di Mesuji Naik

Pakcik—sapaan akrab Parosil Mabsus—meneruskan, Pemkab Lambar juga berkomitmen menjalin kerjasama dengan berbagai pihak. Mulai dari Dewan Kopi (Dekopi), Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI), hingga Gabungan Eksportir Kopi Indonesia (GAEKI) untuk memberikan regulasi tata niaga kopi yang dapat menguntungkan petani.




  • Bagikan