Kunjungi Lampung, Menko PMK Cek Ketersediaan Oksigen

  • Bagikan
Menko PMK RI Muhadjir Effendy (kanan) didampingi Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dan jajaran meninjau instlasi gas medis Samator di RSUDAM, Kamis (8/7). Foto M. Tegar Mujahid/Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia (Menko PMK) RI Muhadjir Effendy mengunjungi Lampung, Kamis (8/7). Kunjungan kerjanya difokuskan pada ketersediaan oksigen.

Kamis siang, Muhadjir bersama rombongan, termasuk di dalamnya Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lampung Reihana mengunjungi pusat pengisian oksigen di Natar, Lampung Selatan. Hasilnya, didapati adanya laporan kenaikan permintaan oksigen berkali lipat.

“Kunjungan saya ke sini (Lampung) untuk mengecek pelaksanaan penanganan Covid-19, dan hari ini saya berkunjung ke sektor hilir, yaitu rumah sakit dan segala kebutuhan terkhusus di Lampung masalah oksigen,” jelas Muhadjir saat diwawancarai, di RSUDAM Lampung.

Dirinya menyebut, kelangkaan oksigen tidak hanya terjadi di Pulau Jawa, namun juga terjadi di Lampung. “Permintaan kebutuhan oksigen meningkat drastis. Bahkan tadi di pusat pengisian (oksigen) naik 3x lipat. Menurut distributor, pada Mei permintaan 150 ton, Juni naik jadi 170 ton. Tapi Juli ini, baru satu minggu malah permintaan sampai 50 ton. Akhir Juli diprediksi permintaan sampai 200 ton,” terangnya.

Baca Juga:   Gubernur Lampung Turun Langsung Salurkan Bantuan ke Warga

Karena itu, Muhadjir meminta Gubernur Lampung untuk mengambil langkah strategis agar kebutuhan oksigen di Lampung cepat teratasi. Karena kebutuhan oksigen tidak hanya bagi pasien yang tengah dirawat di ruang isolasi, namun juga pasien yang menjalankan isolasi mandiri.

Meskipun tidak ada bantuan khusus yang digulirkan ke Lampung, Muhadjir mengatakan fokus kebijakan penggunaan oksigen saat ini untuk kebutuhan medis. “Kami sudah minta untuk kebutuhan industri dikurangi. Tadi sudah cek di pusat pengisian dan distributor mereka menyatakan kebutuhan industri sudah dihentikan. Justru saat ini tabung-tabung yang biasanya dipakai untuk las dipakai rumah sakit,” tambahnya.

Namun karena saat ini banyak tabung yang berkarat, dirinya meminta dipakaikan sarung tabung. Sehingga saat dipakai pasien tampilannya bisa lebih baik.

Baca Juga:   Satgas Covid-19 Provinsi Lampung Salurkan Bantuan Sembako

Pada bagian lainnya, Muhadjir mengatakan dalam mengendalikan Covid-19 di luar Jawa, termasuk Lampung telah ditempuh beberapa kebijakan strategis. Di antaranya memaksimalkan provinsi lainya di luar Lampung dalam melakukan pemeriksaan bagi seluruh pelaku perjalanan yang akan menuju pulau Jawa.

“Sudah kita lakukan setelah balik mudik lebaran Idul Fitri lalu, kami sudah berkoordinasi dengan Polda seluruh Sumatera. Jadi mereka yang balik ke Jawa kita minta screening, dan ketahuan membawa Covid kita tampung di Lampung dengan backup daerah lain. Termasuk Sumatera Selatan, jadi kami minta pengecekan dilakukan di masing-masing daerah. Gubernur harus konsisten agar masyarakat memiliki surat kesehatan. Meskipun kita tidak bisa menutup, karena kemungkinan ada jalan tikus yang tidak mungkin dicegat. Lampung ini juga jadi pusat tumpuan bagi seluruh arus perjalan di Sumatera dan Jawa. Karena Lampung sangat strategis, karena itulah saya datang kemari,” tambahnya. (rma/sur)




  • Bagikan