Kunjungi Lampura, Ketua Bhayangkari Lampung Ingatkan Bahaya Narkoba, Bullying dan Hoax

  • Bagikan
Ketua Bhayangkari Daerah Lampung, Sarie Purwadi Arianto berserta ibu Wakil Ketua dan pengurus YKB mengelar Sosialisasi Bahaya Narkoba, Bullying dan Hoax dan peresmian Kebun Hidroponix SMA YKB Kotabumi, Selasa (26/3). Foto Fahrozy Irsan Toni / radarlampung.co.id

radarlampung.co.id – Menyambut Hari Ulang Tahun Yayasan Kemala Bhayangkari (YKB) ke-39, Ketua Bhayangkari Daerah Lampung, Sarie Purwadi Arianto berserta ibu Wakil Ketua dan pengurus YKB mengelar Sosialisasi Bahaya Narkoba, Bullying dan Hoax dan peresmian Kebun Hidroponix SMA YKB Kotabumi, Selasa (26/3). Khusus Acara sosialisasi bahaya Narkoba, Bullying dan Hoax digelar di gedung Islamic Center Kotabumi.

Sebelum melalukan sosialisasi Ketua Bhayangkari Daerah Lampung dan rombongan meninjau dan meresmikan Kebun Hidroponix yang ada di SMA Yayasan Kemala Bhayangkari Kotabumi Lampura.


Ketua Bhayangkari Daerah Lampung, Sarie Purwadi mengatakan seperti kita ketahui bersama bahwa narkoba adalah zat berbahaya yang dapat merusak kesehatan dan dapat mengakibatkan efek kecanduan bagi para penggunanya dan narkoba terus berkembang melalui sebuah proses hingga muncul narkoba-narkoba jenis baru yang memiliki efek lebih berbahya dari jenis narkoba sebelumnya.

Baca Juga:   Personil Polda Lampung Sumbang Satu Mendali Emas di PON XX Papua

Untuk menghindari peredaran penyalahgunaan narkoba dikalangan pelajar baik itu di lingkungan sekolah maupun dilingkungan pergaulan sehari-hari perlu dilakukan sosialisasi seperti ini.

“Kesadaran dan pengetahuan tentang bahaya narkoba perlu ditanamkan pada setiap anak didik yaitu dengan cara penyampaian materi, forum diskusi maupun dalam bentuk tugas-tugas sekolah yang kesemuanya bertemakan tentang bahaya penyalahgunaan narkoba,” ujar  Sarie.

Sarie menambahkan, akhir-akhir ini berita mengenai bullying pada anak kembali marak. mirisnya lagi salah satu pemberitaan menyebutkan bahwa bullying dilakukan oleh sekelompok siswi berpakaian seragam pada temannya. 

Anak tersebut, rupanya telah lama mendapatkan perlakuan kasar dari temannya, namun ia tak melapor. 

Akibatnya teman-temannya tidak berhenti melakukan bullying hingga akhirnya kita semua mengetahui aksi  bullying dari rekaman video yang tersebar viral di dunia maya.

Baca Juga:   DAI Kamtibmas Lampung Gelar Rakor se-Provinsi Lampung

“Mulai sekarang kita lebih sering menanamkan konsep pada anak, bahwa ia berhak membela diri saat di bully. Cara yang bisa dilakukan dengan melaporkan tidak terpuji pada guru serta berteriak meminta tolong saat akan menghadapi tindak kekerasan,” ujarnya.

Dalam hal ini, sambungnya,  orang tua pun harus bijak untuk melakukan pendekatan pada anak, kerjasama dengan pihak sekolah tertentu sangat diperlukan untuk menghindari defresi. 

“Ajarin anak untuk memili hal-hal yang layak ditulis diakun medsosnya dan siapkan mental anak bahwa tidak semua orang suka padanya dan ajari anak untuk mengabaikan komen negatif jika dirinya benar,” tandasnya. (ozy/kyd)




  • Bagikan