Kurang Air, Petani Ubah Sawah jadi Ladang Jagung


Sawah petani di Bengkulu Jaya sebagian mulai ditananami jagung. Foto ist

RADARLAMPUNG.CO.ID- Musim kemarau membuat petani di Bengkulu Jaya Gunung Labuhan Waykanan beralih menanam jagung. Lahan-lahan sawah tadah hujan berganti menjadi ladang jagung.

Dijelaskan Lukman, warga Dusun V Bengkulu Jaya, dirinya sebenarnya sudah siap menanam padi. Namun lantaran hujan tak kunjung turun, sawah menjadi kering. “Daripada sawah kami menjadi kosong dan tumbuh rumput liar kembali, kami tanami dengan jagung,” katanya.





Dirinya khawatir kejadian seperti ini akan terulang di tahun depan. Untuk itu dirinya bersiap untuk terus menanam jagung apabila panen jagung tahun ini berhasil.

“Setiap tahun lahan ini saya tanam padi, jadi saya sebetulnya khawatir jika jagung yang ditanam disini tidak cocok karena tanahnya yang tidak subur, karena lahan ini biasa di genangi air dan di tanam padi. Kalau saja misalnya hasil jagung dari sini lebih mumpuni mungkin saja akan saya lanjutkan, anggap saja tahapan ini merupakan eksperimen saya,” ujarnya.

Nopiyana Kepala Kampung Bengkulu Jaya juga menuturkan hal senada. Menurutnya, kekurangan air di Bengkulu Jaya juga karena kampung tersebut belum punya saluran irigasi.

“Untuk embung memang kita sedang pikirkan. Karena embung memang sangat banyak manfaatnya. Apalagi di musim kemarau embung tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat untuk MCK, tetapi kami mungkin perlu kajian lebih dalam, dan akan kami ajukan ke Pemkab Way kanan, “ ujar Nopiyana. (sah/wdi)